Analis Twitter Paparkan Penyebaran Isu Rekayasa Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 20 Juni 2019. Novel Baswedan, diperiksa penyidik dari Polda Metro Jaya dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik senior KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 20 Juni 2019. Novel Baswedan, diperiksa penyidik dari Polda Metro Jaya dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, JakartaAnalisis Drone Emprit menunjukkan tudingan bahwa penyidik senior KPK Novel Baswedan merekayasa penyiraman air keras banyak beredar di akun-akun Twitter pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Peneliti dan analis Drone Emprit, Hari Ambari, mengatakan ada banyak akun yang menyebarkan narasi soal rekayasa penyerangan Novel. Namun, dua akun yang paling menonjol adalah @AdellaWibawa dan @Triwulan.

    “Narasi yang mereka sebarkan beredar di kalangan akun-akun Twitter pendukung Jokowi saat Pilpres,” kata Hari pada Selasa, 5 November 2019. Drone Emprit merupakan tool buatan Ismail Fahmi yang bisa memantau dan memetakan percakapan di media sosial.

    Tool ini membaca isu Novel mulai naik pada Rabu, 30 Oktober 2019. Saat itu, DPR sedang menggelar uji kelayakan dan kepatutan untuk calon Kepala Polri atau Kapolri Komisaris Jenderal Idham Azis. Kemudian, Komisi Hukum DPR mengesahkan Idham sebagai Kapolri terpilih.

    Seusai penetapan itu, wartawan yang menunggu di DPR mencecar Idham dengan beberapa pertanyaan seputar rencana kerja, penunjukkan Kepala Bareskrim atau Kabareskrim, dan kelanjutan perkara penyiraman terhadap Novel. 

    Bukan tanpa alasan wartawan menanyakan persoalan ini kepada Idham. Mantan Kepala Bareskrim ini merupakan ketua Tim Teknis yang bertugas mengusut teror terhadap Novel. Tim ini bertugas selama tiga bulan sejak Agustus 2019.

    Menjawab pertanyaan soal pengusutan teror kepada Novel, Idham mengatakan akan segera menunjuk Kabareskrim. "Begitu saya dilantik, saya akan tunjuk Kabareskrim baru dan saya beri waktu untuk segera ungkap kasus," kata Idham pada Rabu, 30 Oktober 2019 di Gedung DPR. 

    Keesokan harinya, Idham yang baru saja dikukuhkan oleh DPR sebagai Kapolri terpilih kembali mengulang pernyataan ini. Sejak saat itu, percakapan seputar Novel Baswedan riuh di media sosial.

    Pembicaraan soal Novel semakin riuh ketika Presiden Jokowi mengatakan memberikan waktu kepada Jenderal Idham sebagai kapolri baru untuk mengusut pelaku di balik teror ini pada awal Desember 2019.

    "Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember," kata Jokowi dalam dialog bersama wartawan Istana Kepresidenan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 1 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.