Novel Baswedan Kembali Jalani Perawatan Mata di Singapura

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan ditemani kerabat saat dirawat di sebuah RS di Singapura, pada 2017. Serangan dengan air keras itu mengenai kedua mata dan merusak mata kirinya. Istimewa

    Penyidik KPK Novel Baswedan ditemani kerabat saat dirawat di sebuah RS di Singapura, pada 2017. Serangan dengan air keras itu mengenai kedua mata dan merusak mata kirinya. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah ramai serangan opini rekayasa penyiraman air keras terhadap dirinya, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali menjalani perawatan mata di Singapura. Novel ditemani dokter KPK, keluarga, dan istri selama berobat di negeri jiran itu.

    “Dua hari di Singapura, yang kiri di operasi itu, tiba-tiba pendarahan di dalam,” ujar Novel saat dihubungi Tempo pada Selasa, 5 November 2019.

    Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017. Ia diserang sepulang dari salat subuh berjamaah di Masjid Ihsan di dekat rumahnya.

    Akibatnya, dua mata Novel terancam buta. Mata kirinya rusak hingga 95 persen dan harus menjalani operasi berkali-kali di Singapura. Jaringan mata kiri Novel sempat mati, sehingga harus diganti dengan jaringan gusi dan gigi. Pasca dioperasi, mata kiri Novel sudah bisa melirik dan bergerak ke kanan dan kiri, dia juga bisa membaca dengan kacamata plus empat.

    “Tapi pandangan saya sempit, kayak melihat teropong. Tidak lebar. Lebar pandang itu sempit. Tapi lebih jelas melihat dengan mata kiri, yang kanan malah buram dan sensitif cahaya,” ujar Novel menceritakan kondisi matanya saat ini.

    Sudah 2,5 tahun, kasus penyiraman air keras terhadap Novel ini belum juga terungkap. Sejumlah pemilik akun media sosial di Twitter malah menuding adanya rekayasa dalam penyiraman air keras terhadap Novel. Akun-akun itu mencuit dengan narasi soal adanya skenario.

    "Mungkin dulu Novel Baswedan cuma kena tetes air keras, bukan disiram air keras macam vokalisnya saint loco yang mukanya melepuh semua," tulis pemilik akun @Agung***.

    Tempo memperoleh salinan medical record Novel yang menyatakan bahwa Novel Baswedan mengalami luka parah di dua matanya. Medical record itu berasal dari Eye and Retina Surgeon Singapore. Catatan tersebut menjelaskan bahwa Novel menjalani serangkaian perawatan karena kerusakan di kedua matanya.

    ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.