Maju Calon Ketua Umum, Politikus Golkar Ini Tolak Partai Terbelah

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Ketum Partai Golkar, Agung Laksono, memeluk Ketua Dewan Pembina, Aburizal Bakrie saat penutupan Munaslub Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    Mantan Wakil Ketum Partai Golkar, Agung Laksono, memeluk Ketua Dewan Pembina, Aburizal Bakrie saat penutupan Munaslub Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta ­- Politikus Golkar Indra Bambang Utoyo menyatakan siap maju sebagai calon ketua umum di Munas Golkar pada Desember mendatang. Dia siap bersaing dengan dua calon lainnya yang sudah terlebih dahulu menggalang dukungan yakni, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo.

    “Saya maju dong, walaupun DPD itu sebetulnya sudah digalang habis oleh AH (Airlangga Hartarto) dan BS (Bambang Soesatyo),” ujar Indra saat dihubungi Tempo pada Selasa malam, 5 Oktober 2019.

    Sadar peluangnya sangat kecil, Indra menyatakan akan tetap maju agar Golkar tidak terpecah dua seperti Munas Golkar lima tahun lalu. Ketika itu, terjadi pertarungan sengit antara Aburizal Bakrie dan Agung Laksono yang menghasilkan Munas Ancol dan Munas Bali.

    “Setelah dua tahun kisruh, presiden ikut campur dan terjadi lagi Munas, Setya Novanto terpilih. Konsolidasi Golkar terganggu, malah SN masuk KPK. Saya tidak ingin Golkar terpecah dua lagi,” ujar Indra menguraikan.

    Selain Indra, calon lainnya yang disebut-sebut akan maju adalah Ridwan Hisjam. Indra berharap lebih banyak kader yang mau mencalonkan diri. “Lebih banyak, lebih bagus, supaya tidak terbelah dua,” ujar dia lagi.

    Rapat Pleno Partai Golkar telah menetapkan jadwal Munas Golkar akan dilangsungkan di Jakarta, pada 4-6 Desember 2019. Rapat pleno ini juga menetapkan susunan penyelenggara Munas. Ketua penyelenggara dipegang Melchias Marcus Mekeng, dengan steering committee Ibnu Munzir, kemudian panitia pelaksana Adies Kadier.

    Sejauh ini, hanya Bamsoet yang ditengarai akan menjadi calon kuat pesaing Airlangga. Bamsoet sebelumnya mengklaim, menjelang Munas, para pendukungnya semakin militan karena tak dirangkul oleh Airlangga. Bamsoet menyebut, daerah-daerah pun menilai tak ada niat baik dari Airlangga untuk merangkul semua pihak yang sedang berkontestasi di Golkar. 

    Atas alasan-alasan itulah, Bamsoet yang kini menjadi Ketua MPR RI mengatakan para pendukung mendesaknya untuk maju sebagai calon ketua umum Golkar di musyawarah nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.