Golkar Tetapkan Munas 4-6 Desember, Simak Susunan Panitianya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rapat pengurus pleno DPP Partai Golkar, untuk penentuan waktu dan tempat Munas, di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Nelly Murni, Jakarta, Selasa 5 November 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Rapat pengurus pleno DPP Partai Golkar, untuk penentuan waktu dan tempat Munas, di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Nelly Murni, Jakarta, Selasa 5 November 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Rapat Pleno Partai Golkar telah menetapkan jadwal Musyawarah Nasional atau Munas Golkar pada 4-6 Desember 2019 mendatang. Munas akan memilih ketua umum partai beringin periode berikutnya.

    “Munasnya akan diselenggarakan 4,5,6 Desember bertempat di Jakarta,” ujar Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, di Kantor DPP Golkar, Selasa 5 November 2019.

    Rapat pleno malam ini juga menetapkan susunan penyelenggara Munas. Ketua penyelenggara dipegang Melchias Marcus Mekeng, dengan pengarah (steering committee) Ibnu Munzir dan panitia pelaksana Adies Kadier.

    Airlangga mengatakan rapat pleno juga membahas agenda ulang tahun Golkar ke-55 yang jatuh pada Rabu 6 November 2019 di Hotel Sultan. Juga agenda Rapat Pimpinan Nasional Golkar yang akan dilaksanakan pada 14-15 November yang akan mempersiapkan materi-materi untuk munas.

    “Tadi juga disepakati khusus untuk Rapimnas, ketua penyelenggara Pak Agus Gumiwang Kartasasmita, steering comittee Ibnu Munzir, organizing comittee Heru Dewanto,” kata Airlangga.

    Ketua Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo, tak nampak di rapat pleno tersebut. Sebelumnya, sejumlah pendukung Airlangga meminta Bamsoet menepati komitmen tak maju di munas Golkar lantaran sudah menjadi ketua MPR RI.

    "Mungkin kesepakatan itu ada antara Pak Bambang dan Pak Airlangga. Tentunya kami tunggu saja," ucap Sekretaris Jenderal Golkar, Lodewijk Friedrich Paulus, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 5 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.