Sesjen MPR: Banyak Hal Positif Didapat dari LCC

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sesjen MPR Ma’ruf Cahyono, saat penutupan LCC yang digelar di Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta.

    Sesjen MPR Ma’ruf Cahyono, saat penutupan LCC yang digelar di Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta.

    INFO NASIONAL — Setelah beberapa hari mengikuti lomba, outbound, wisata sejarah dan pendidikan, serta bertemu tokoh bangsa, akhirnya rangkaian Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR Tahun 2019 ditutup oleh Sesjen MPR, Ma’ruf Cahyono, pada Senin malam, 4 November 2019.

    Penutupan LCC yang digelar di Gedung Nusantara IV, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, itu diisi dengan berbagai macam pentas seni.

    Ma’ruf berharap metoda Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika lewat LCC bisa menginternalisasikan nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda.

    “Kita ingin jati diri bangsa tetap terjaga dan terawatt. Melalui generasi muda inilah nilai-nilai kebangsaan bisa dijaga,” ujarnya.

    Lebih lanjut Ma’ruf mengatakan, LCC tidak hanya mencari pemenang lomba, namun kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap tahun itu juga merupakan wahana untuk mempersatukan generasi muda yang mempunyai latar berbeda, suku, agama, dan budaya.

    “Oleh karena itu, diharapkan dalam lomba bisa memunculkan rasa persahabatan dan perasaan emosional dalam rangka persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

    Dalam kegiatan itu juga dilakukan berbagai audensi dengan tokoh-tokoh bangsa serta dengan ketua lembaga-lembaga negara dan sosok-sosok sukses seperti dari Bukalapak. Ma’ruf berharap, pertemuan dengan Bukalapak mampu memberi semangat dan motivasi kepada generasi muda, kaum milenial yang sedang tren dengan bisnis start up-nya.

    Selain memberi motivasi, kegiatan ini juga menjadi sarana mengingatkan generasi muda akan bahaya narkoba. Untuk itu, BNN dihadirkan dalam rangkaian kegiatan sebagai pemberi materi kewaspadaan kepada generasi muda akan perlakukan dan pergaulan yang tidak benar. “Hal yang demikian juga satu hal yang penting buat mereka”, ujar Ma’ruf.

    Dalam rangkaian kegiatan LCC juga diadakan lomba pentas seni yang mengangkat kearifan lokal dari berbagai daerah. “Budaya lokal kita pentaskan di sini,” ucap Ma’ruf.

    Dari seluruh rangkaian acara, menurut Ma’ruf membuat peserta mendapat banyak hal. Tidak hanya bersenang-senang karena bertemu dengan teman-teman dari seluruh Indonesia, namun juga ada unsur penguatan ideologi, konstitusi, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

    Bagi Ma’ruf, generasi muda yang datang ke acara itu merupakan generasi bangsa yang ada di provinsi-provinsi, namun di Jakarta mereka direkatkan lewat LCC. “Mereka adalah duta-duta provinsi,” ujarnya,

    Untuk itu, dirinya berharap apa yang telah didapat selama di Jakarta bisa ditularkan kepada generasi muda yang ada di provinsi masing-masing. “Bisa menjadi inspirator bagi anak muda yang ada di provinsi,” katanya berharap.

    Oleh karena itu, sosialisasi Empat Pilar lewat LCC disebut sangat efektif karena bisa menularkan nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda yang lain.

    Selama lomba, peserta mempunyai yel-yel, yakni generasi kebanggaan bangsa yang bersatu, cerdas, dan optimistis. Ketiga kata tersebut menurutnya mempunyai makna yang luas. Mempersatukan generasi muda menjadi generasi yang cerdas untuk menangkap seluruh peluang dan juga untuk mengantisipasi tantangan yang bisa muncul di hadapan.

    Oleh sebab itu, yel-yel yang ada adalah cara untuk menguatkan ideologi bangsa, cinta persatuan, maupun cinta perbedaan. Meskipun hidup dengan berbagai macam pengaruh globalisasi, namun mereka memiliki daya tahan yang kuat karena memiliki jati diri bangsa.

    “Apapun perubahan dunia yang terjadi tetaplah Indonesia. Jangan menjadi orang lain di negeri sendiri. Ini harapan kita menjadi bangsa yang bermartabat yang tetap memiliki jati diri bangsa,” ujar Ma’ruf.

    Lomba yang digelar selama lima hari ini dimenangkan oleh SMAN 1 Tenggarong Kalimantan Timur sebagai juara nasional setelah meraih poin 199, kemudian SMAN 2 Sampit Kalimantan Tengah yang meraih poin 172 sebagai juara kedua, dan SMAN 1 Brebes dengan nilai 160 di tempat ketiga. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.