Menpan RB Siapkan Konsep Pemangkasan Eselon Dalam 6 Bulan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengatakan konsep pemangkasan eselon akan disiapkan dalam waktu enam bulan. "Ini akan kami percepat, mudah-mudahan dalam tempo paling lama 6 bulan konsep dasarnya sudah selesai," kata Tjahjo di Hotel Grand Opus, Jakarta, Selasa, 5 November 2019.

    Tjahjo mengatakan, sebagai tahapan pertama, seluruh sekretaris jenderal dan sekretaris kementerian lembaga telah berkumpul untuk diminta masukan. Kemenpan RB telah memaparkan konsep pemangkasan dari aspek kelembagaan, timeline, dan tahapannya.

    Setelah pertemuan ini, Tjahjo meminta tiap kementerian lembaga untuk mengoreksi konsep yang telah dipaparkan. Sebab, masing-masing kementerian lembaga memiliki satuan kerja yang berbeda. "Kayak Kementerian Agama itu satkernya banyak sekali di eselon III," katanya.

    Setelah konsep dasar sudah jadi, maka eksekusi atau pemangkasan jabatan eselon III, IV, dan V bisa dilakukan. Ia memastikan konsep tersebut tetap memperhatikan aspek sistem merit, yang berkaitan dengan kehati-hatian, aspek pembinaan, dan pelaksanaan program.

    Pemangkasan eselon III, IV, dan V ini dimulai dari kementerian dan lembaga terlebih dulu, kemudian menyusul di instansi daerah. Tjahjo mengatakan, Kemenpan RB akan memulai pemangkasan jabatan eselon mulai pertengahan bulan ini. Eselon III, IV, dan V akan dialihkan ke jabatan fungsional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.