GP Ansor: HTI Masih Berkegiatan di NTT

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diterbitkannya Perppu Ormas dan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengundang reaksi dari massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). MARIA FRANSISCA

    Diterbitkannya Perppu Ormas dan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengundang reaksi dari massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). MARIA FRANSISCA

    TEMPO.CO, Kupang- Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nusa Tenggara Timur menyatakan bahwa organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dibekukan oleh pemerintah Indonesia sejak 2017 hingga saat ini masih beroperasi di NTT. "Mereka (HTI) masih beroperasi di NTT, khususnya di Kota Kupang layaknya organisasi lainnya yang belum dibubarkan," kata Ketua GP Ansor NTT Ajhar Jowe di Kupang, Selasa, 5 November 2019.

    Pernyataan itu disampaikan berdasarkan hasil evaluasi dan pemantauan Ansor selama 2019. Selama 2019 sudah empat kali HTI melakukan kegiatan di Kota Kupang dengan mengelar diskusi dan salat berjamaah.

    Ansor mengaku memiliki data kegiatan-kegiatan HTI dan GP Ansor juga sudah melaporkannya kepada kepolisian dan Badan Intelijen Negara di NTT agar mencegah penyebaran kelompok yang dinyatakan radikal itu. "Kami khawatir jadi pemicu munculnya organisasi ini di NTT."

    Gerakan masif HTI di NTT, menurut Ajhar, menjadi ancaman besar karena bisa berkembang menjadi besar. “Dikhawatirkan dapat mengganggu kerukunan umat beragama di NTT ini." Ansor meminta Badan Intelijen Daerah, dan Polda NTT untuk mendeteksi dan menyikapi secara serius hal itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.