Besok, Golkar Gelar Rapat Persiapan Munas 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily saat mengumumkan pemberhentian Erwin Aksa dari jabatannya di struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar karena mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pemilihan presiden 2019 di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat pada Selasa, 19 Maret 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily saat mengumumkan pemberhentian Erwin Aksa dari jabatannya di struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar karena mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pemilihan presiden 2019 di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat pada Selasa, 19 Maret 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Golkar akan segera menggelar rapat pleno persiapan Musyawarah Nasional (Munas) 2019. Rapat tersebut rencananya digelar pukul 19.30 besok malam di Hotel Sultan, Jakarta.

    "Pleno akan membahas kapan, dimana, dan siapa panitianya, yang jelas Desember," ujar Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily di Kompleks Parlemen, Senayan pada Senin, 4 November 2019.

    Sebelumnya, bursa calon ketua umum Partai Golkar diisi dua calon kuat yakni Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. Setelah Bamsoet menjadi Ketua MPR, dia menyatakan cooling down. Namun, menjelang Munas, bursa Caketum antara Airlangga dan Bamsoet kembali memanas.

    Ace berharap, Bamsoet mengurungkan niatnya maju sebagai calon ketua umum. "Saya percaya Pak Bamsoet tidak akan menyalahi atau melanggar komitmen yang telah dibuat antara Pak Airlangga dan Pak Bamsoet itu," ujar Wakil Ketua Komisi VIII ini.

    Komitmen yang dimaksud, ujar Ace, akan mendukung Airlangga Hartarto maju kembali sebagai calon ketua umum dan tidak akan ada persaingan antara mereka berdua. "Mudah-mudahan tidak diingkari ya komitmennya tersebut," ujar Ace.

    Adapun Wakil Ketua Bidang Pratama DPP Partai Golkar, Bambang Soesatyo membantah dirinya pernah menyatakan komitmen untuk tidak maju menjadi calon ketua umum Golkar, setelah mendapatkan posisi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

    Untuk itu, Bamsoet menyatakan bahwa dirinya tidak mengkhianati komitmen apapun dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

    "Kalau dibilang mengkhianati komitmen itu gimana? Emang pacaran pakai pengkhianatan? Saya tidak sedang bercinta, tapi sedang berpolitik. Masak ada pengkhianat-pengkhianatan?," ujar Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan pada Senin, 4 November 2019.

    Sampai saat ini, Bamsoet belum tegas menyampaikan akan maju atau tidak menjadi Caketum Golkar. "Saya akan mempertimbangkan dan akan menjawab kalau sudah ada kepastian munasnya kapan, plenonya kapan," ujar Bamsoet.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.