Sofyan Basir Bebas, Ketua KPK: Kasasi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo, merilis sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, di gedung KPK, Jakarta, 24 November 2017. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berharap Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Idham Azis, bisa bertugas lebih baik ketimbang dirinya. Dengan kepemimpinan Idham, Tito berharap polisi bisa menuntaskan pengungkapan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK Agus Rahardjo, merilis sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, di gedung KPK, Jakarta, 24 November 2017. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berharap Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Idham Azis, bisa bertugas lebih baik ketimbang dirinya. Dengan kepemimpinan Idham, Tito berharap polisi bisa menuntaskan pengungkapan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK akan mengajukan kasasi atas putusan bebas mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir. "Insya Allah," kata Agus kepada Tempo, Senin, 4 November 2019.

    Sebelumnya, Jaksa KPK Ronald Worotikan juga mempertimbangkan akan mengajukan kasasi atas putusan tersebut. "Nantinya akan menentukan langkah kami, apakah kasasi atau yang lain. Kami pelajari dulu putusannya," kata Ronald di Pengadilan Tipikor, Jakarta, hari ini.

    Sofyan Basir divonis bebas dari semua dakwaan jaksa penuntut umum KPK dalam perkara dugaan pembantuan kesepakatan proyek pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1. "Mengadili menyatakan terdakwa Sofyan Basir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dakwaan pertama dan kedua jaksa penuntut umum," kata majelis hakim yang diketuai Hariono di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 4 November 2019.

    Sebelumnya Jaksa menuntut mantan Dirut PLN 2016-2018 itu divonis 5 tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan, karena dinilai melakukan pembantuan fasilitasi suap proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU MT Riau-1. Sofyan dituding memfasilitasi pertemuan antara anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, Politikus Golkar Idrus Marham dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo.

    Menurut Hakim, Sofyan tak terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan pertama dan kedua dari Pasal 12 Huruf a dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 56 Ayat (2) KUHP sebagaimana diubah UU No. 20/2001.

    Sejumlah perbuatan yang tidak terbukti menurut majelis hakim yang terdiri atas Hariono, Hastoko, Saifuddin Zuhri, Anwar, dan Ugo tersebut adalah:

    Pertama, Sofyan dinilai tidak terbukti mengetahui kesepakatan penerimaan fee yang akan diterima oleh pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd. Johannes Budisutrinso Kotjo dari CHEC Ltd. sebesar 2,5 persen atau sejumlah 25 juta dolar AS yang akan diberikan kepada sejumlah pihak.

    "Maka, terdakwa Sofyan tidak memahami dan tidak tahu fee yang akan diterima Johannes Kotjo dan tidak tahu kepada siapa saja akan diberikan," kata anggota majelis hakim Anwar.

    Kedua, hakim menilai Sofyan Basir tidak mengetahui adanya uang dari Johannes Kotjo senilai Rp 4,75 miliar kepada Eni Saragih dan Idrus Marham.

    "Sesuai dengan keterangan Eni Maulani Saragih tentang uang dari Johannes Kotjo tersebut bahwa terdakwa Sofyan sama sekali tidak tahu," kata hakim Anwar.

    Ketiga, tindakan Sofyan selaku Dirut PLN yang telah menandatangani kesepakatan IPP PLTU MT Riau-1 antara PJBI, BNR, dan CHEC bukan karena keinginan Sofyan.

    "Menimbang dengan demikian terdakwa Sofyan Basir tidak terbukti melakukan perbantuan dakwaan pertama Pasal 12 Huruf a UU No. 31/1999 sebagaimana diubah UU No. 20/2001 juncto Pasal 56 Ayat (2) KUHP," kata hakim Anwar yang disambut dengan suara tepuk tangan para pendukung Sofyan di ruangan sidang.

    ANTON APRIANTO/ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.