Fahri Hamzah Segera Deklarasikan Partai Gelora

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan pada Jumat, 5 Juli 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan pada Jumat, 5 Juli 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Ketua DPR RI,Fahri Hamzah akan segera mendeklarasikan Partai Gelombang Karya atau Gelora. Fahri juga telah meluncurkan logo Partai  Gelora di media sosial. "Kita main pelan aja. InsyaAllah nanti tanggal 10 kami undang," kata Fahri Hamzah melalui pesan singkat kepada Tempo, Senin, 4 November 2019.

    Fahri mengatakan, struktur partai juga sudah terbentuk sampai ke daerah. Setelah pensiun dari DPR RI pada akhir September 2019, Fahri Hamzah bersama konco-nya di PKS dulu, Anis Matta, fokus dalam pembentukan Partai Gelora.

    Banyak yang mengira bahwa partai ini merupakan transformasi dari organisasi kemasyarakatan Gerakan Arah Baru Indonesia atau Ormas Garbi yang juga didirikan Fahri dan Anis Matta pada 2017. Nyatanya, Garbi akan tetap berdiri sebagai ormas, sementara Partai Gelora dibentuk.

    Fahri mengatakan rencana pembentukan Partai Gelora ini adalah aspirasi teman-temannya di Garbi juga. Mereka berpikir, setelah membuat ormas, apa salahnya juga mendirikan partai politik. "Lalu, muncullah ide-ide (membentuk Partai Gelora) ini. Mudah-mudahan, Oktober akan kami konkretkan di lapangan," ujar Fahri saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan pada Selasa, 10 September 2019.

    Nama Partai Gelora atau Gelombang Rakyat ini, ujar Fahri Hamzah, terinsipirasi dari keinginan membangunkan kembali apa yang telah lama tertidur, yakni kejayaan bangsa. "Nah, apakah bangsa kita mampu bergelora, untuk membangun kembali apa yang lama tertidur. Dari sana nama itu muncul."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.