Bamsoet Maju Caketum, Timses Airlangga Bicara Laknat Allah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan kesiapan pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden kepada Wakil PresidenTerpililh Ma'ruf Amin.

    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan kesiapan pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden kepada Wakil PresidenTerpililh Ma'ruf Amin.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Koordinator Bidang Perekonomian DPP Partai Golkar Azis Syamsudin enggan berkomentar banyak ihwal niat Bambang Soesatyo alias Bamsoet maju sebagai calon ketua umum Golkar di musyawarah nasional Desember mendatang. Azis juga enggan mengomentari kesepakatan antara Bambang dan Airlangga Hartarto soal pencalonan itu.

    Sebelumnya, sejumlah politikus di kubu Airlangga mengklaim Bamsoet tak akan maju lantaran sudah menjadi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Saat santer kembali isu Bamsoet akan maju, kubu Airlangga sontak menyindir ihwal kesepakatan itu.

    "Kalau melanggar komitmen kan biar masyarakat yang menilai, biar Allah yang melaknat, kan gitu," kata Azis yang juga tim sukses Airlangga ini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 November 2019.

    Kubu Airlangga merujuk pada pernyataan Bamsoet beberapa waktu lalu. Kala itu, kedua politikus beringin itu menyatakan sepakat menurunkan tensi demi menghindari perpecahan di internal partai.

    Seusai sebuah pertemuan yang digelar di rumah Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Bamsoet menyatakan mendukung Airlangga sebagai ketua umum Golkar di munas mendatang. Pernyataan itu terekam dalam tayangan sebuah stasiun televisi dan dokumentasi Partai Golkar.

    Tak lama berselang Bamsoet pun menjadi ketua MPR yang dicalonkan Golkar. Kursi ketua MPR ini pun dianggap sebagai deal politik agar dia tak maju sebagai calon ketua umum.

    Namun, dalam sejumlah kesempatan lain, Bamsoet tak pernah secara tegas menyatakan urung maju sebagai calon ketua umum. "Biarlah ini jadi rahasia antara saya, Pak Airlangga, dan Tuhan yang tahu," ujar Bamsoet di sejumlah kesempatan berbeda.

    Ditanya soal komitmen ini, Azis pun mengaku tak tahu. "Nah itu, yang tahu antara Pak Airlangga, Pak Bamsoet sama Allah yang tahu. Biar yang mengingkari, biar Allah yang melaknatnya," ujar Azis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.