Kubu Bambang Soesatyo: Kesepakatan dengan Airlangga Bisa Gugur

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Soesatyo bersama Pengurus dan anggota Motor Besar Indonesia (MBI) dalam acara tasyakuran MBI, di Jakarta, Minggu, 3 November 2019.

    Bambang Soesatyo bersama Pengurus dan anggota Motor Besar Indonesia (MBI) dalam acara tasyakuran MBI, di Jakarta, Minggu, 3 November 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Loyalis Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo, Darul Siska, menganggap kesepakatan antara Bambang dengan Ketua Umum Airlangga Hartarto mengenai calon ketua umum partai beringin di musyawarah nasional (Munas Golkar) Desember mendatang hanya mengikat Bambang dan Airlangga, bukan para pendukung. "Pembicaraan beliau dengan Airlangga itu pribadi mereka, sementara ada tuntutan partai yang lebih besar," kata Darul kepada Tempo, Ahad malam, 3 November 2019.

    Menurut Darul, para pendukung tetap mendorong Bambang, Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar itu untuk maju di Munas mendatang. Ia bercerita mengenai guyonan para loyalis Bambang. "Kawan-kawan bergurau, masa jabatan pimpinan MPR mau, tapi untuk mengurus partai tidak mau."

    Bambang disebut-sebut akan maju sebagai calon ketua umum partai beringin di Munas Golkar Desember mendatang. Padahal beberapa waktu lalu, Bambang menyatakan akan mendukung Airlangga Hartarto, ketua umum inkumben untuk kembali memimpin Golkar melalui Munas.

    Darul mengklaim Bambang sudah menyatakan kesediaan untuk maju. "Beliau menyatakan siap untuk maju karena memang didorong pimpinan kabupaten, kota, provinsi," ujarnya.

    Darul mengklaim, jagonya sudah mengantongi dukungan lebih separuh pemilik suara di Munas Golkar. Merujuk Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga DPP Partai Golkar, ada 560 pemilik suara sah dalam munas. Pemilik suara sah ini ialah 34 Dewan Pimpinan Daerah tingkat I (provinsi), 514 DPD tingkat II (kabupaten/kota), 1 suara DPP, 1 suara Dewan Pembina, dan 10 ormas sayap partai. "Jumlahnya signifikan untuk memenangkan Munas Golkar yang akan datang." Namun, ia enggan merinci jumlah tepatnya dukungan yang sudah dikantongi Bambang Soesatyo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.