Politikus Golkar Khawatir Partainya Punah Seperti Dinosaurus

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agun Gunanjar Sudarsa. Tempo/Tony Hartawan

    Agun Gunanjar Sudarsa. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus senior Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengaku khawatir dengan dinamika internal partainya menjelang musyawarah nasional Desember mendatang. Agun menilai dua calon ketua umum yang ada, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo, bertarung dengan pragmatis belaka.

    Agun pun menganggap dua calon tersebut seperti tak memiliki gagasan mengembalikan Golkar sebagai partai ide dan partai kader. Jika kondisi itu terus berlanjut, kata Agun, dia khawatir Golkar terpuruk di pemilu 2024.

    "Jangan sampai tercatat di 2024 Golkar makin terpuruk. Saya identikkan jadi seperti dinosaurus, punah," kata Agun kepada Tempo, akhir pekan lalu.

    Menurut Agun, Golkar terpuruk jika perolehan suaranya anjlok ke urutan kelima atau keenam dari yang sebelumnya pernah menjadi pemenang pemilu. Agun juga mengungkit perolehan suara Golkar yang terus turun sejak Pemilu 2004.

    Pada pemilihan legislatif 2004, Golkar meraih 21,58 persen suara dan 128 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Angka ini terus turun menjadi 14,45 persen (107 kursi) di pileg 2009, kemudian 14,75 persen (91 kursi) di pileg 2014, dan 12,31 persen (85 kursi) di pileg 2019.

    "Saya belum memiliki optimisme di 2024 Golkar maju di bawah dua orang ini. Apakah bisa dalam lima tahun merancang Golkar kembali sebagai partai ide," kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat enam periode ini.

    Agun menilai kepemimpinan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto hari ini belum menunjukkan wajah Golkar sebagai partai ide. Dia mencontohkan, di bawah Aburizal Bakrie sebelumnya Golkar kerap merespons serta mengkritik kebijakan pemerintah secara resmi.

    Agun pun mengakui Airlangga berada dalam posisi sulit lantaran Golkar mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. "Justru itulah saya tidak yakin dia mampu menjalankan lima tahun ke depan ketika dia memegang posisi Menko (Perekonomian) dan ketum partai," kata dia.

    Di sisi lain, Agun juga menilai Bambang Soesatyo juga memiliki sejumlah catatan. Apalagi Bamsoet saat ini juga sudah menjabat sebagai ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.