NasDem: Surya Paloh Lapor ke Jokowi Sebelum Datang ke PKS

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Nasdem Surya Paloh bersalaman dengan Presiden PKS Sohibul Iman di kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum Nasdem Surya Paloh bersalaman dengan Presiden PKS Sohibul Iman di kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya, mengatakan pertemuan antara Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Sohibul Iman, direncanakan secara spontan. Meski begitu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengetahuinya.

    Willy bercerita ajakan Surya kepada Sohibul untuk bertemu berlangsung saat keduanya menghadiri pelantikan Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kompleks DPR RI, Jakarta, 20 Oktober lalu. "Itu terjadi boleh dibilang on the spot, ya," kata dia dalam diskusi Memaknai Pelukan Politik PKS dan Partai NasDem di Restoran Sirih Merah, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Sabtu, 2 November 2019.

    Menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini, Surya dan Sohibul sama-sama menyampaikan rencana pertemuan mereka kepada Jokowi pada sesi pemberian ucapan selamat terhadap presiden dan wakil presiden yang baru dilantik. "Pak Surya menyampaikan, 'Pak Presiden, kami nanti akan bikin silaturahmi, nih. NasDem akan bertandang ke PKS'. 'Wah bagus, Bang', kata Presiden."

    Seusai melapor kepada Jokowi, Surya dan Sohibul pun bertemu. Pertemuan terjadi pada Rabu, 30 Oktober 2019 saat Surya berkunjung ke Kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

    Menurut Willy, ada tiga kesepakatan yang dari pertemuan Surya dan Sohibul. Pertama, masing-masing partai menghargai dan menghormati posisi mereka dalam pemerintahan. "Benang merahnya dari dua posisi itu adalah melakukan check and balances di Senayan," tuturnya.

    Kedua, NasDem dan PKS sama-sama mengedepankan akhlakul karimah atau akhlak terpuji saat mengeluarkan pernyataan di depan publik. Willy mengungkapkan NasDem dan PKS sejatinya memiliki rencana sejak dua tahun lalu untuk mengadakan workshop komunikasi politik bagi para kadernya. "Agar tidak asal nyablak, tidak asal bacot di ruang publik. Karena apa? Harus ada etisnya," ujarnya.

    Kedua partai juga bersepakat menjaga nilai-nilai kebangsaan Pancasila. "Sama-sama bersikap tegas terhadap aksi-aksi intoleransi, radikalisme, terorisme," kata Willy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.