Soal Kabinet, Ma'ruf Amin: Pak Jokowi dan Saya Juga Tak Puas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat, November 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat, November 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengakui susunan kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 yang ada saat ini, tak dapat memuaskan banyak pihak. Bahkan ia juga tak terlalu puas dengan jajaran kabinet Indonesia Maju saat ini.

    "Pak Jokowi juga tidak puas, saya juga tidak puas, NU tidak puas, Muhammadiyah tidak puas. Karena memang belum semua bisa terakomodasi karena tempatnya memang tidak banyak," kata Ma'ruf saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat, 1 November 2019.

    Dalam susunan kabinet saat ini, memang sejumlah unsur yang mendukung pasangan Jokowi - Ma'ruf di Pilpres 2019 lalu, tak mendapat jatah kursi. Untuk partai politik saja, tak ada kader dari Partai Hanura, Partai Bulan Bintang, dan Partai Keadilan dan Kesatuan Indonesia (PKPI).

    Selain itu, tak ada pula unsur dari Nahdlatul Ulama, yang menyatakan dukungan kuat pada Jokowi - Ma'ruf. Padahal Ma'ruf sendiri merupakan mantan Rais Am atau Dewan Penasihat di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

    Padahal, Ma'ruf mengatakan jabatan wakil menteri telah diadakan untuk menambah jumlah kursi yang akan dialokasikan.

    "Jadi sudah ada saluran tapi juga yang tidak tertampung kan masih banyak, kan saya bilang yang tertampung yang ada garis tangannya. Jadi yang tidak ada garis tangannya tidak masuk atau mungkin ada garis tangannya tapi hilang," kata Ma'ruf.

    Ia pun kemudian meminta agar seluruh pihak dapat menerima situasi ini. "Ya mungkin ketidakpuasan pasti ada, karena itu saya kira bisa dimaklumi," kata dia.

    Saat diwawancarai secara terpisah, Juru bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi, mengatakan pemerintah telah mengambil langkah terkait besarnya kekecewaan terhadap susunan kabinet Jokowi ini.

    "Saya kira pemerintah sudah melakukan dan akan melakukan langkah-langkah dengan baik terhadap berbagai kelompok masyarakat terutama kelompok-kelompok strategis seperti Nahdatul Ulama, Muhammadiyah," kata Masduki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.