Jokowi Minta Aparat Tak Cari-cari Kesalahan Pelaku Bisnis

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) bersama Wakil Presiden Ma'aruf Amin saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 30 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi (kiri) bersama Wakil Presiden Ma'aruf Amin saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 30 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Joko Widodo atau Jokowi meminta aparat penegak hukum tidak mencari-cari kesalahan pelaku bisnis, investor, hingga pejabat yang mendukung program strategis pemerintah. Ia berdalih banyak program pemerintah yang terhambat karena banyak yang terseret masalah hukum.

    Jokowi ingin aparat mendukung program strategis pemerintah dalam memecahkan permasalahan bangsa. "Jangan dicari-cari kesalahannya. Istilah hukumnya mens rea, yang tidak ada niat melawan hukum jangan dicari-cari tapi jika ada niat jahatnya silakan diselesaikan," katanya dalam pengantar rapat terbatas Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Mantan gubernur DKI Jakarta itu bercerita banyak pelaku usaha, investor, dan pejabat BUMN yang takut dengan aparat penegak hukum. Ia pun memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Kepala Kepolisian RI, Jaksa Agung, dan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi agar memberi jaminan terhadap para pelaku usaha ini.

    Menurut Jokowi, jangan sampai aparat penegak hukum dibajak oleh mafia sehingga "menggigit" para pelaku usaha yang sebenarnya mendukung program pemerintah. "Ini hati-hati. Akan saya balik gigit mereka. Jangan sampai para mafia yang menggigit dan menghadang program pembangunan justru terus berkeliaran," ucap dia.

    Selain itu, Jokowi meminta ada kepastian hukum terkait pengembangan bisnis. Ia menuturkan banyak investor yang antre masuk ke Indonesia namun batal karena meragukan kepastian hukum di sini.


     

     

    Lihat Juga