Jaksa KPK Dakwa Wawan Cuci Uang Ratusan Miliar

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, memasuki Rutan KPK, Jakarta, 17 Maret 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, memasuki Rutan KPK, Jakarta, 17 Maret 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, JakartaJaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan melakukan pencucian uang lebih dari Rp 500 miliar. KPK menyatakan Wawan melakukan perbuatan itu dengan cara menempatkan uang di rekening atas nama orang lain, dan membelanjakan uang tersebut untuk membeli tanah dan mobil.

    "Terdakwa menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul, sumber atau kepemilikan sebenarnya atas harta kekayaannya," kata jaksa KPK, Asri Irwan saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Jaksa mengatakan Wawan telah menempatkan uang yang berasal dari tindak pidana korupsi ke 37 rekening atas nama orang lain atau rekening perusahaan. Jumlah uang yang ditaruh di puluhan rekening itu berjumlah sekitar Rp 356 miliar.

    Wawan juga didakwa membelanjakan uang untuk membeli motor dan mobil, mulai dari merek Ferrari 458 Spider, Bentley Continental, dan Lamborghini Aventador. Wawan juga membelanjakan uangnya untuk membeli sejumlah motor Harley Davidson dan truk pengaduk semen merk Hino. Total, KPK menyita 68 kendaraan milik Wawan dengan nilai Rp75 miliar.

    Selain itu, KPK menyatakan Komisaris Utama PT Bali Pasific Pragama ini juga membelanjakan uang yang diduga hasil korupsi untuk membeli puluhan aset berupa tanah dan bangunan. Properti Wawan tersebar dari Kabupaten Serang, Jakarta, Bali hingga Australia. Bila dijumlah, properti milik suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany ini mencapai nilai Rp 286 miliar.

    Jaksa mengatakan Wawan juga membelanjakan uangnya untuk membeli premi asuransi bernilai Rp 10 miliar. Wawan turut membiayai keperluan kampanye Airin ketika maju dalam pilkada Tangsel 2010. Uang yang mengucur dari kantong Wawan Rp2,9 miliar. Sedangkan untuk Atut, Wawan menggelontorkan dana Rp3,8 miliar untuk membantu kakaknya lolos dalam Pilkada Banten 2011.

    Jaksa menyatakan ratusan miliar tersebut dikumpulkan Wawan melalui tindak pidana korupsi yang dilakukan di lingkungan Pemprov Banten 2006-2013. KPK menyatakan Wawan bersama Atut, dapat mengatur pengusulan anggaran di Banten, dan dapat mengatur perusahaan pemenang lelang yang proyek di daerah tersebut.

    Juru bicara KPK Febri Diansyah, mengatakan perusahaan milik Wawan mendapatkan 1.105 proyek selama 2006-2013. Total nilai kontrak ditaksir mencapai Rp6 triliun.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.