Pakai Politik Merangkul, Ridwan Kamil Kumpulkan Eks Napi Teroris

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, rapat dan dialog bersama perwakilan para mantan napi teroris. Instagram/@ridwanlkamil

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, rapat dan dialog bersama perwakilan para mantan napi teroris. Instagram/@ridwanlkamil

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumpulkan eks narapidana kasus terorisme yang berada di wilayahnya. “Kami ketemu dengan para mantan napi teroris yang sudah berikrar ingin hidupnya tidak di dunia yang salah itu,” kata dia selepas berbicara di forum Asean-Japan City & Architecture Forum (AJCAF) di Bandung, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Ridwan Kamil menggelar pertemuan tersebut di rumah dinasnya di Gedung Pakuan, Bandung. Lewat akun Instagramnya, Ridwan mengunggah foto bersama beberapa orang yang disebutnya mantan napi terorisme.

    Ridwan Kamil mengatakan, para eks narapidana kasus terorisme tersebut sengaja dikumpulkan. “Ini kesempatan saya melakukan politik merangkul, bukan menjauhi, supaya mereka jangan balik lagi karena satu dan lain hal,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan, eks narapidana kasus terorisme itu diklaimnya bersedia dirangkul untuk membantu mengkampanyekan deradikalisasi di Jawa Barat. Eks narapidana kasus terorisme itu juga akan diberi modal usaha.

    “Kami akan kasih modal. Mereka akan menggunakan modal itu untuk pertanian, untuk UMKM, dan mereka mau bantu mengkampanyekan deradikalisasi di Jawa Barat. Kalau orang yang ngomongnya mantan teroris kan mungkin lebih kena,” kata Ridwan Kamil.

    Mantan Wali Kota Bandung itu mengatakan, ada puluhan eks narapidana kasus terorisme yang akan dibantu dengan modal usaha. “Ada puluhan. Dari Bogor sampai Garut. Banyak,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.