WP KPK Harap Idham Azis Prioritaskan Kasus Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan keluar menemui puluhan mahasiswa yang beraksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Kamis, 12 September 2019 (Andita Rahma)

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan keluar menemui puluhan mahasiswa yang beraksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Kamis, 12 September 2019 (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) berharap calon Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Idham Azis mampu mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. WP berharap Idham menjadikan penyelesaian kasus ini sebagai program prioritas di awal 100 hari kerjanya.

    "Kami harapkan kasus Novel mulai dari pelaku lapangan dan dalangnya bisa segera diungkap, dan jadi prioritas dalam 100 hari kepemimpinan beliau," kata Ketua WP KPK, Yudi Purnomo dihubungi, Rabu, 30 Oktober 2019.

    Yudi mengatakan Idham akan memiliki kewenangan yang lebih besar bila menjabat sebagai Kapolri. Ia berharap dengan kewenangan yang semakin besar itu akan memudahkan Idham untuk mengungkap kasus ini.

    Saat ini, Idham merupakan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, sekaligus Ketua Tim Teknis kasus Novel. Presiden Joko Widodo memberikan waktu 3 bulan bagi tim ini untuk menemukan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel. Masa kerja tim ini akan berakhir pada akhir Oktober 2019.

    Yudi berharap tim teknis akan membuka kepada publik hasil penyelidikan yang telah dilakukan. "Apapun hasilnya, baik pelaku tertangkap atau belum tertangkap, ditemukan fakta-fakta baru, bukti-bukti baru, kesaksian baru, bisa diumumkan ke masyarakat sebagai bentuk transparansi," kata dia.

    Ia juga berharap Presiden Jokowi akan mengevaluasi hasil kerja tim teknis pengusutan Novel Baswedan. Ia meminta Jokowi mau membentuk tim gabungan pencari fakta independen bila tim teknis gagal menemukan pelaku penyerangan.


     

     

    Lihat Juga