Penerimaan CPNS 2019: Daerah Butuh Tenaga Fungsional Bidang TI

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi membuka lebar
tenaga fungsional, dengan mementingkan pada penguasaan Teknologi Informasi dalam
penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil 2019.

    Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi membuka lebar tenaga fungsional, dengan mementingkan pada penguasaan Teknologi Informasi dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil 2019.

    INFO NASIONAL — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi membuka lebar tenaga fungsional, dengan mementingkan pada penguasaan Teknologi Informasi dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil 2019.

    Menteri PANRB, Tjahjo Kumolo, mengatakan sesuai visi Presiden Joko Widodo terkait peningkatan sumber daya manusia, kini lebih membutuhkan pegawai Aparatur Sipil Negara yang ahli. Keahlian sebagian besar ASN di daerah di bidang administrasi.

    “Kemenpan-RB harus intensif, bisa memberi motivasi pada pegawai ASN. Kami juga sedang melakukan pemetaan nasional tentang kebutuhan jabatan fungsional. Selama ini lebih banyak pegawai administrasi, terutama di daerah-daerah. Karena itu, kami juga mempersiapkan manajemen perubahan,” ujar Menteri Tjahjo Kumolo dalam acara “Pengadaan CPNS 2019 dan Penataan Kelembagaan Instansi Pemerintah” di Jakarta, 30 Oktober 2010.

    Deputi Bidang SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja mengatakan pentingnya tenaga fungsional karena kebutuhan mendesak terkait keamanan digital. “Kita sedang menghadapi hantaman cyber. Kami pandang strategis untuk mengadakan jabatan di cyber security,” ujarnya.

    Adapun kebijakan rekrutmen CPNS 2019 sebanyak 37.425 orang untuk pemerintah pusat dan 159.257 orang untuk ditempatkan di 461 pemerintah daerah. Sebanyak 68 kementerian dan lembaga telah menginformasikan kepada Kemenpan-RB terkait kebutuhan pegawai.

    Komposisi jabatan untuk struktural sebesar 460 ribu, 15 persen jabatan teknis, 35 persen guru atau sekitar 1,5 juta, serta 1.675.981 jabatan administratif atau pelaksana.

    Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Negara, Bima Haria Wibisana, menjelaskan lebih rinci ihwal tata laksana penerimaan CPNS baru. Pendaftaran sesuai jadwal, 11 November melalui laman sscasn.bkn.go.id.

    Peserta yang memenuhi persyaratan akan diumumkan pada 16 Desember 2019. Peserta yang tak lulus seleksi diberi kesempatan menyanggah selama tiga hari, 16-19 Desember. “Bila sanggahan diterima akan diumumkan pada 26 Desember. Kami ingin meningkatkan akuntabilitas dan transparansi sehingga proses sanggah dibuat,” kata Bima.

    Seleksi Kemampuan Dasar dijadwalkan medio Januari-Februari 2020. Pada April, proses penerimaan CPNS 2019 rampung dan calon ASN siap bekerja.

    Langkah pertama yang wajib dilakukan pendaftar CPNS adalah mengecek Nomor Induk Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Selanjutnya yakni menyiapkan berkas dan mengunggahnya di laman sscasn.bkn.go.id. “Pertama, scan KTP. Sekali lagi saya ingatkan harus hati-hati menginput NIK karena hanya bisa satu kali proses pengisian,” ujar Bima.

    Proses input NIK merupakan seleksi paling awal, apakah calon pegawai teliti atau tidak. Tahun lalu sejumlah calon PNS gagal karena salah menginput. “Kami memang tidak menyediakan aplikasi untuk mengoreksi, karena proses ini sebagai seleksi alam,” katanya.

    Langkah kedua, CPNS harus mengunggah foto. Pendaftar diharapkan tidak melampirkan foto yang sama dengan KTP. “Jadi bisa foto selfie, boleh dengan gaya. Enggak apa-apa, ini agar panitia bisa memastikan pemilik data asli,” ujar Bima. Langkah berikutnya scan ijazah dan melampirkan transkrip ijazah sesuai jurusan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.