Daftar CPNS 2019 Hanya 5 Dokumen, Boleh Foto Selfie Bergaya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjelasan tentang persyaratan minimal pendidikan bagi pelamar CPNS dalam jabatan Dokter, Dokter gigi, Dokter pendididkan klinis, Dosen, Peneliti, dan Perekayasa.

    Penjelasan tentang persyaratan minimal pendidikan bagi pelamar CPNS dalam jabatan Dokter, Dokter gigi, Dokter pendididkan klinis, Dosen, Peneliti, dan Perekayasa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana mengatakan, peserta calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2019 kini hanya perlu menyiapkan lima dokumen saat mendaftar.

    "Kami mencoba membuat persyaratan yang sangat minimal. Lengkapnya nanti saja kalau sudah diumumkan diterima. Kelengkapan-kelengkapan bisa dikirimkan," kata Bima di Kementerian PAN-RB, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.

    Bima mengatakan bahwa peserta CPNS hanya perlu mengunggah dokumen berupa hasil pindai KTP, foto resmi yang tidak sama dengan foto di KTP, foto selfie boleh bergaya, hasil pindah ijazah, dan transkrip nilai. Dokumen diunggah melalui portal SSCASN. Adapun surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) bisa dikirim belakangan.

    Dengan adanya persyaratan pindai KTP, Bima mengingatkan agar peserta berhati-hati dalam memilih formasi jabatan. Sebab, nomor induk kependudukan hanya bisa digunakan untuk satu kali pendaftaran dan formasi jabatan. "Jadi kalau salah tdak bisa kemudian berubah. Baca betul persyaratannya dan formasi jabatan yang dituju," kata dia.

    Adapun foto resmi yang berbeda dengan foto di KTP diperlukan untuk memudahkan panitia seleksi di daerah. Sebab, seringkali foto di KTP tidak jelas. Sedangkan foto selfie boleh bergaya dilampirkan agar pansel tidak kesulitan dalam verifikasi.

    Untuk transkrip nilai, kata Bima, dibutuhkan karena seringkali lulusan di desa tidak memiliki jurusan atau jurusannya tidak detil. Dengan transkrip nilai, panitia seleksi administrasi bisa memastikan bahwa jurusan peserta CPNS sama dengan formasi yang dituju.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.