Menkes Terawan Mengaku Dapat Masukan dan Saran dari PB IDI

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M. Faqih memberikan masukan yang tajam dan saran yang sangat baik mengenai berbagai persoalan di bidang kesehatan. Tak disebutkan secara spesifik masukan dan saran dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) tersebut.

    "Jadi apa yang kami bicarakan, ya, pembicaraan keluarga. Saya dengan Beliau selaku Ketua Ikatan Dokter Indonesia dan saya selaku pelayan beliau, sebagai Menkes kan pelayan," kata Terawan seusai berdialog dengan Daeng dan jajaran pengurus besar IDI di kantor PB IDI, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu, 30 Oktober 2019.

    Pembicaraan Terawan dan Daeng, antara lain, membahas sejumlah isu penting kesehatan seperti Jaminan Kesehatan Nasional dan penyakit stunting. Dia berdalih pembahasannya sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo. "Se-visi lah dengan bapak Presiden. Tidak ada yang tidak sesuai dengan keinginan pimpinan negara," ujarnya.

    Terawan mengatakan, dirinya akan melayani dan mewadahi apa yang diinginkan IDI demi kemaslahatan umat dalam bidang kesehatan. "Untuk ketahanan kesehatan nasional," katanya.

    Jajaran Dirjen Kementerian Kesehatan direncanakan akan kembali mengadakan pertemuan dengan IDI agar bisa membuat keputusan-keputusan yang baik. "Regulasi-regulasi yang saya keluarkan akan sesuai dengan yang menjadi keinginan, cita-cita luhur dari para dokter," ujar Terawan.

    HALIDA BUNGA FISANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.