Pentolan ISIS Abu Bakr al-Baghdadi Tewas, Begini Kata Mahfud MD

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkopolhukam Mahfud MD saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menkopolhukam Mahfud MD saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan kematian pemimpin kelompok radikal Islamic State (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi tak berpengaruh terhadap sikap pemerintah.

    "Tidak ada pengaruhnya terhadap sikap kami. Tewas atau tidak tewas, al-Baghdadi tidak tewas pun kami sama tetap menolak ISIS. Masyarakat harus berhati-hati," kata Mahfud di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2019.

    Mahfud mengatakan, tewas atau tidaknya pemimpin ISIS, para simpatisannya di Indonesia akan tetap ditindak secara hukum. Sebab, kata dia, sejarah ideologi ISIS jelas-jelas melawan rakyat dan negara jika beroperasi di Indonesia.

    Meski begitu, Mahfud menilai aparat tak boleh sembarangan bertindak terhadap terduga simpatisan ISIS. "Harus dilihat betul apakah betul-betul yang diduga ISIS itu punya kapasitas jadi ISIS yang sungguhan," katanya.

    Menurut dia, pendekatan kemanusiaan harus tetap dilakukan. Jangan sampai mengorbankan manusia yang tidak berdosa atau yang dosanya tidak setimpal dengan tuduhan dan tindakan yang dilakukan terhadapnya. "Jadi harus hati-hati. Karena Indonesia ini merdeka kan untuk melindungi manusianya kan, yaitu manusia Indonesia."

    Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan via televisi dari Gedung Putih bahwa pimpinan ISIS Abu Bakr al-Baghdadi tewas bersama dua istrinya dan milisi ISIS lain dalam serangan pasukan khusus AS.

    Kematian Baghdadi menandai akhir dari perburuan selama bertahun-tahun untuk menemukan salah satu teroris paling dicari di dunia, dan orang yang mengklaim kekhalifahan Islam di Irak dan Suriah pada 2014.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.