Calon Kapolri Bakal Ditanyai soal Buku Merah dan Kerusuhan 22 Mei

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Komisi III DPR RI berfoto dengan  Ketua DPR RI Puan Maharani. Dok. Istimewa

    Pimpinan Komisi III DPR RI berfoto dengan Ketua DPR RI Puan Maharani. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Nasir Djamil mengatakan akan menanyakan kasus buku merah dan hasil investigasi Komnas HAM terkait kerusuhan 21-23 Mei 2019 dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri yang digelar pada Rabu, 30 Oktober 2019.

    “Nanti kami juga akan tagihlah kepada calon Kapolri yang akan menjalani fit and proper test di Komisi III, bagaimana perspektif beliau terkait dengan penegakan hukum dan hak asasi manusia,” ujar Nasir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 29 Oktober 2019.

    Ia mengatakan Komisi III yang membidangi hukum itu akan meminta calon Kapolri Komjen Idham Azis terkait penegakkan supremasi hak asasi manusia. Ia mengaku ke depannya Komisi III menginginkan agar Polri lebih humanis dalam mengantisipasi pengunjuk rasa.

    Sebelumnya Komnas HAM telah merampungkan investigasi terkait kerusuhan pasca-Pemilihan Presiden 2019 yang terjadi pada 21 Mei hingga 23 Mei 2019. Komnas HAM menemukan kerusuhan 22 Mei telah menewaskan 10 orang. Sembilan orang di antaranya tewas ditembak oleh penembak misterius.

    Nasir Djamil mengatakan pada fit and proper test nanti, Komisi III pun akan menanyakan terkait dengan kasus buku merah. Nasir mengatakan banyak keraguan bahwa Idham Azis sebagai Kapolri takkan mampu mengungkap kasus tersebut. Namun sebaliknya, ia justru menduga bahwa penunjukkan Idham bisa jadi menjadi cara Jokowi untuk mengungkap kasus yang menyeret nama-nama petinggi Polri tersebut.

    “Jangan-jangan kebalikannya. Bahwa ini adalah cara Presiden Jokowi untuk menugaskan Pak Idham agar segera menuntaskan dan menyelesaikan kasus Novel Baswedan,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.