TNI AU Borong Dua Skadron F-16 VIPER dan Sukhoi 35 Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tempur F-16 TNI AU membentuk formasi  saat Latihan Gabungan (Latgab) TNI Dharma Yudha 2019 di Pusat Latihan Tempur Marinir di Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Kamis 12 September 2019. Latgab TNI tersebut bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan antara prajurit TNI dari tiga matra. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Pesawat tempur F-16 TNI AU membentuk formasi saat Latihan Gabungan (Latgab) TNI Dharma Yudha 2019 di Pusat Latihan Tempur Marinir di Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Kamis 12 September 2019. Latgab TNI tersebut bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan antara prajurit TNI dari tiga matra. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Pekanbaru- Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Yuyu Sutisna menyatakan wilayah udara Ibu Pertiwi akan diperkuat dengan pesawat anyar super canggih dari Lockheed Martin, F-16 Block 72 Viper yang rencananya akan didatangkan bertahap pada rencana strategis (renstra) TNI AU pada 2020 hingga 2024. "Insya Allah kita akan beli dua skadron di Renstra berikutnya 2020 sampai 2024. Kita akan beli tipe terbaru Block 72 Viper," kata Yuyu di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Senin, 28 Oktiber 2019.

    Hingga saat ini, Indonesia masih mengandalkan pesawat F-16, pesawat tempur favorit dunia. "Mudah-mudahan 1 Januari 2020 diproses sehingga bisa menambah kekuatan kita.” Indonesia memiliki 33 unit F-16 Fighting Falcon yang masih menjadi salah satu senjata utama AURI.

    Burung-burung besi itu menyebar di dua skadron yakni Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru serta Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Jawa Timur. Mendatang Indonesia masih akan mengandalkan F-16 sebagai penjaga birunya langit Indonesia, yakni dengan mendatangkan jenis terbaru Block 72 Viper. “Kalau kita memiliki itu berarti kita termasuk memiliki F-16 tercanggih," ujar Yuyu.

    Menjadikan F-16 sebagai pesawat tempur andalan bukan tanpa alasan. Populasi pesawat jenis F-16 itu mencapai 3.000 unit lebih dan digunakan oleh banyak negara di dunia. Selain itu, sejumlah operasi militer juga berhasil dilakukan dengan menggunakan pesawat asal Amerika Serikat itu. "Banyaknya yang menggunakan dan banyaknya populasi tentunya keandalan pesawat ini sangat baik."

    Selain mengandalkan F-16 dan rencana mendatangkan jenis Block 72 Viper, Yuyu juga menekankan bahwa TNI AU turut akan mendatangkan pesawat jenis Sukhoi 35 dari Rusia. "Selain itu, juga kita akan ditemani pesawat dari timur, Sukhoi 35 juga sedang proses."

    F-16 Block 72 Viper adalah versi terbaru dari seri pesawat tempur F-16 dan merupakan versi paling mutakhir yang pernah diproduksi Lockheed Martin. F-16 Fighting Falcon merupakan salah satu pesawat tempur yang paling laris dan telah terbukti di banyak palagan.

    TNI AU bisa dibilang menjadi operator mula-mula pesawat F-16 Fighting Falcon ini di ASEAN melalui program pengadaan dengan sandi Peace Bima Sena I pada dasawarsa '90-an. Menurut Yuyu, lompatan teknologi pertahanan udara dilaksanakan Indonesia saat itu secara baik dan mulus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.