Pentolan ISIS Tewas, Densus 88 Terus Pantau Jaringan Teroris

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Polisi melakukan penjagaan saat dilakukan penggeledahan di rumah terduga Teroris di Desa Waringinrejo, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Rabu 16 Okotber 2019. Di kawasan tersebut Densus 88 Antiteror menggeledah dua rumah terduga teroris dan menyita sejumlah dokumen dan buku diduga terkait radikalisme. ANTARA FOTO/Ardi Kuncoro

    Petugas Polisi melakukan penjagaan saat dilakukan penggeledahan di rumah terduga Teroris di Desa Waringinrejo, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Rabu 16 Okotber 2019. Di kawasan tersebut Densus 88 Antiteror menggeledah dua rumah terduga teroris dan menyita sejumlah dokumen dan buku diduga terkait radikalisme. ANTARA FOTO/Ardi Kuncoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra mengatakan Tim Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Polri tetap konsisten memantau jaringan teroris yang berada di Indonesia.

    Jaminan itu diucapkan Asep terkait pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi yang tewas bersama dua istrinya dan milisi ISIS lain dalam serangan pasukan khusus AS.

    "Saya kira kematian Al Baghdadi sudah diumumkan dunia internasional dan itu menjadi kewaspadaan kami. Densus 88 tetap konsisten melakukan upaya penegakan hukum. Semua jaringan yang berada di Indonesia dalam pemantauan," kata Asep di Hotel Grand Sahid Sudirman, Jakarta Pusat, pada Senin, 28 Oktober 2019.

    Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan via televisi dari Gedung Putih bahwa Al Baghdadi meledakkan diri ketika terpojok oleh pasukan AS dalam serangan dua jam pada malam hari di persembunyiannya di Suriah utara.

    Sejak didirikan oleh Al Baghdadi pada 2014 di Suriah dan Irak, paham ISIS menyebar ke banyak belahan negara, termasuk Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menyatakan awalnya paham ini masuk melalui jaringan internet berupa berita, artikel, hingga video.

    Selain itu, menurut pengamat terorisme Al Chaidar, paham ini juga disebarkan oleh orang Indonesia yang pernah bergabung ke ISIS di Suriah dan Irak. Pada 2013, diduga ada 56 orang Indonesia dari berbagai macam organisasi Islam dan kelompok pedagang berangkat ke Irak untuk bergabung dengan ISIS.

    Mereka bergabung saat pergi ke Arab Saudi untuk ibadah haji atau umrah. Dari jumlah tersebut, sekitar 16 orang telah kembali ke Tanah Air dan melanjutkan proses perekrutan di daerah masing-masing. Salah satu orang yang paling getol menyebarkan paham ISIS di Indonesia ialah Aman Abdurrahman alias Oman Rochman.

    ANDITA RAHMA | M. ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.