Ma'ruf Amin Jadi Anggota Kehormatan Pemuda Pancasila

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin disambut oleh Ketua Pemuda Pancasila Japto Soerjoseomarno dan Ketua MPR Bambang Soesatyo, saat menghadiri penutupan Musyawarah Besar Pemuda Pancasila (PP) yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin, 28 Oktober 2019. Foto: Setwapres

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin disambut oleh Ketua Pemuda Pancasila Japto Soerjoseomarno dan Ketua MPR Bambang Soesatyo, saat menghadiri penutupan Musyawarah Besar Pemuda Pancasila (PP) yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin, 28 Oktober 2019. Foto: Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin diangkat menjadi anggota kehormatan Pemuda Pancasila (PP). Dalam acara penutupan Musyawarah Besar Pemuda Pancasila hari ini, Senin, 28 Oktober 2019, Ketua Majelis Pimpinan Nasional (MPN) PP, Japto Soerjoseomarno memberikan langsung kartu anggota kepada Ma'ruf Amin.

    "Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, kami akan mengangkat KH Maruf Amin menjadi anggota kehormatan atau anggota luar biasa Pemuda Pancasila," kata Japto.

    Kartu anggota PP yang diberikan kepada Ma'ruf langsung diambil Japto dari kantung bajunya. Ia mengatakan hal ini menegaskan simbol bahwa ia siap memberikan perlindungan langsung kepada Ma'ruf.

    "Kalau di kantong, saya bertanggung jawab langsung kepada pemegang kartu anggota Pemuda Pancasila," kata Japto.

    Ia mengatakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga telah mendapat kehormatan yang sama. Jika Ma'ruf datang untuk menutup acara Musyawarah Besar, maka Jokowi datang saat Musyawarah Besar dibuka pada Sabtu pekan lalu.

    Sebelum Jokowi dan Ma'ruf menjadi anggota kehormatan PP, pendahulu Ma'ruf, Jusuf Kalla juga mendapat penghargaan serupa. Pada 2009 silam, di akhir masa jabatannya sebagai Wakil Presiden di era Susilo Bambang Yudhoyono, JK didapuk menjadi warga kehormatan PP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.