Hari Sumpah Pemuda, Menko PMK Minta Pegawai Bina Kepemudaan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhadjir Effendy

    Muhadjir Effendy

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memuji peran pemuda sebagai pelopor bangsa atas keberanian mereka mendeklarasikan Sumpah Pemuda.

    Sehingga dengan Sumpah Pemuda itu mewujudkan tumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

    "Semuanya bergabung bersama, sepakat untuk menatap masa depan untuk menjadikan negara yang sekarang bernama NKRI ini, sebagai negara yang berdasarkan Pancasila yang kemudian juga berdasarkan UUD 1945 ini terwujud sampai sekarang," katanya dalam pidato upacara Sumpah Pemuda 2019 di Kemenko PMK, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019.

    Ia menyebutkan pemuda memiliki peranan yang sangat besar pada saat itu.

    Oleh karena itu, masyarakat Indonesia perlu menyadari bahwa kehendak para pemuda untuk mendorong proklamasi kemerdekaan Indonesia juga tidak kalah penting.

    Para pemuda bahkan melakukan desakan dengan "menculik" presiden Soekarno dan Mohammad Hatta agar mereka mereka mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

    Menko PMK menyebut hal itu sebagai contoh heroik peranan pemuda untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

    Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada seluruh pejabat dan pegawai di Kemenko PMK untuk melakukan pembinaan kepemudaan sebagai sebuah tanggung jawab yang seperlunya untuk dihayati.

    "Saya mohon ini bisa dihayati betul, betapa pentingnya kita harus memerankan peran ini," katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK juga memberi tanda kehormatan penghargaan satyalencana karyasatya kepada 18 pegawai di kementerian tersebut yang telah mengabdi selama 30 tahun.

    Menteri juga memberikan penghargaan bagi 27 dan 67 orang yang telah mengabdi selama 20 dan 10 tahun di kementerian itu.

    "Penghargaan satyalencana karyasatya ini mudah-mudahan bisa lebih meningkatkan pengabdian untuk nusa dan bangsa," kata Muhadjir Effendy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.