Hadiri Pagelaran Santri di PWNU Jatim, Ma'ruf Amin Ajak Wamenag

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama para staf hendak menuju Masjid Baiturrahman, Kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, untuk salat Jumat, 25 Oktober 2019. Tempo/Friski Riana

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama para staf hendak menuju Masjid Baiturrahman, Kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, untuk salat Jumat, 25 Oktober 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Surabaya-Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri Pagelaran Festival Budaya Santri Nusantara 2019  di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Surabaya, Ahad, 27 Oktober 2019.

    Ini merupakan kunjungan dinas luar kota pertama Ma'ruf sebagai Wakil Presiden setelah dilantik pada pekan lalu. Ia berangkat ke Surabaya menggunakan Pesawat Kepresidenan Boeing 737-400 TNI Angkatan Udara sekitar pukul 16.30 WIB dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Tumur.

    Ma'ruf tiba di Bandara Juanda, Sidoarjo,  sekitar 18.00 WIB dan langsung disambut oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Timur. 

    Dalam kunjungan ini, Ma'ruf didampingi istrinya, Wury Ma'ruf Amin. Selain itu, ia juga didampingi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Kepala Setwapres Mohammad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, dan Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi.

    Dalam Pagelaran Festival Budaya Santri Nusantara 2019 itu, Wapres Ma'ruf akan memberikan sambutan sekaligus meresmikan pagelaran yang ditandai dengan penabuhan bedug virtual.

    Sebelumnya Ketua Panitia Pagelaran Festival Budaya Santri 2019 Abdussalam Shohib mengatakan tidak mengundang Menag Fachrul Razi karena dinilai belum pernah nyantri dan bukan pengurus NU. Menurut dia, yang diundang ke kegiatan itu hanya mantan santri, santri dan pengurus NU.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.