Pangan Murah 2019: Naik Jadi 1 Triliun, dari 885 Miliar di 2018

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangan Murah 2019: Naik Jadi 1 Triliun, dari 885 Miliar di 2018.

    Pangan Murah 2019: Naik Jadi 1 Triliun, dari 885 Miliar di 2018.

    INFO NASIONAL — Harga pangan yang tinggi tentu memberatkan warga. Termasuk bagi Ibu Rusmi, warga RT 8/RW 10 Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Lansia berusia 65 tahun tidak punya anak dan hidup sendirian di rumah kontrakan sejak suaminya meninggal sekitar lima tahun lalu. Ia memenuhi kebutuhan hidup dengan menjadi memijat. Itu pun kalau ada panggilan.

    Ia memenuhi kebutuhan harian, termasuk bahan pangan, dari hasil memijat. Dengan adanya program Pangan Murah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Ibu Rusmi bisa membeli bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Ditemani tetangga, ia berbelanja beras, telor, daging sapi dan ayam ke PD Pasar Jaya, Pasar Minggu. "Alhamdulillah sangat membantu, harganya murah, barang-barangnya bagus," katanya.

    Sebagai lansia, Ibu Rusmi menerima subsidi sebesar Rp 600 ribu per bulan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Kartu Lansia. Sebagian dana inilah yang digunakannya berbelanja pangan dengan harga lebih karena telah disubsidi.
    Daging sapi bisa dibeli dengan harga Rp 35 ribu per kilogram, daging ayam Rp 8 ribu per kilogram, telur ayam Rp 10 ribu per tray, beras Rp 30 ribu per 5 kilogram, dan ikan sekitar 13.000 rupiah per kilogram, serta susu Rp 30 ribu per karton (isi 24 pak, @200 mililiter).
    Harga pasaran satu paket komoditas sekitar Rp 350 ribu. Namun, penerima manfaat program pangan murah cukup membayar sebesar Rp 126 ribu dan sisanya dibayar oleh Pemprov DKI Jakarta.

    Tidak hanya lansia, penerima manfaat pangan murah lainnya adalah keluarga pelajar pemegang KJP Plus, KPJ, KLJ, KPDJ, Petugas PPSU, Petugas PHL hingga penghuni rusun milik Pemprov DKI Jakarta.

    Pada 2019, program Pangan Murah dianggarkan sebesar Rp 1,078 triliun untuk 1.100.894 orang. "Jumlah ini meningkat dari tahun 2018, sebesar Rp 885 miliar untuk 840.630 orang," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.