Fraksi Nasdem DPR: Biarkan Wakil Menteri Bekerja Dahulu

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wakil menteri Kabinet Indonesia Maju mengucapkan sumpah saat dilantik di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019. Presiden secara resmi melantik 12 wakil menteri untuk membantu kinerja menteri-menteri di Kabinet Indonesia Maju. ANTARA

    Sejumlah wakil menteri Kabinet Indonesia Maju mengucapkan sumpah saat dilantik di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019. Presiden secara resmi melantik 12 wakil menteri untuk membantu kinerja menteri-menteri di Kabinet Indonesia Maju. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR RI Saan Mustofa meminta agar masyarakat tidak berpolemik berlebihan sehubungan dengan  pengangkatan 12 wakil menteri. "Kami memberi kesempatan para wakil menteri itu bekerja dahulu," kata Saan di Jakarta, Ahad, 27 Oktober 2019.
    Kinerja para wakil menteri itu pun bisa dievaluasi.

    Menurut dia, saat ini 12 wakil menteri itu tidak bisa dinilai memiliki kemampuan atau tidak, karena belum bekerja. Masyarakat diminta tidak langsung meremehkan mereka karena belum membuktikan kinerjanya di kementerian masing-masing. “Beri kesempatan mereka bekerja," ujarnya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melantik 12 wakil menteri yang terdiri dari kalangan profesional dan partai politik. Mereka adalah Wahyu Sakti Trenggono sebagai Wakil Menteri Pertahanan, Zainut Tauhid Sa'adi sebagai Wakil Menteri Agama, Angela Tanoesoedibjo sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Surya Tjandra sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang, Wempi Wetipo sebagai Wakil Menteri PUPR, Mahendra Siregar sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.

    Juga Alue Dohong sebagai Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Budi Arie Setiadi sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Jerry Sambuaga sebagai Wakil Menteri Perdagangan, Suahasil Nazara sebagai Wakil Menteri Keuangan, Kartika Wiryoatmojo dan Budi Gunadi Sadikin sebagai Wakil Menteri BUMN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.