Dua Pekerja Diserang dengan Busur Panah di Papua

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) didampingi Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab (kedua kiri) menyalami anggota Brimob di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin 14 Oktober 2019. TNI dan Polri bersinergi untuk meningkatkan pengamanan di Wamena. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) didampingi Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab (kedua kiri) menyalami anggota Brimob di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin 14 Oktober 2019. TNI dan Polri bersinergi untuk meningkatkan pengamanan di Wamena. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua orang karyawan PT Agung Mulia bernama La Hanafi (55 tahun) dan Heri Sugianto (50 tahun) diserang oleh sekelompok orang tak dikenal di Jalan Gunung Distrik Dekai, Papua. Keduanya diserang dengan busur panah.

    "Korban atas nama La Hanafi terkena luka panah di bagian perut belakang. Sedangkan Heri Sugianto terkena luka panah bagian dada sebelah kanan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal melalui pesan teks, Ahad, 27 Oktober 2019.

    Kamal menceritakan, kejadian bermula ketika La Hanafi dan Heri tengah menuju Kali Seng untuk mengecek proyek yang sedang mereka kerjakan. Saat berada di KM 45, mereka melihat ada mobil truk yang mogok.

    Kemudian La Hanafi dan Heri, kata Kamal, menepi dengan niat untuk memberikan bantuan. Setelah selesai, keduanya melanjutkan kembali perjalanan. "Namun mereka diikuti terus oleh sekelompok orang. Karena enggak nyaman, akhirnya mereka kembali ke Kota Dekai," kata Kamal.

    Dalam perjalanan pulang menuju Kota Dekai, sekelompok orang lalu menghadang La Hanafi dan Heri dan langsung menyerang mereka dengan menggunakan busur panah.

    "Korban langsung dibawa ke RSUD Dekai," kata Kamal. Sementara itu, saat ini, kepolisian setempat tengah memburu pelaku penyerangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.