Jaksa Agung ST Burhanuddin Siap Gebuk Kakaknya Jika Korupsi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung ST Burhanuddin muncul dalam doorstop mingguan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan pada Jumat, 25 Oktober 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Jaksa Agung ST Burhanuddin muncul dalam doorstop mingguan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan pada Jumat, 25 Oktober 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa dirinya ditunjuk menjadi pimpinan korps Adhyaksa bukan karena terafiliasi dengan PDIP. Ia diketahui merupakan adik kandung politikus PDIP TB Hasanuddin.

    "Saya bilang gini, saya memang, kalau saya bilang 'oh bukan, mengatakan Hasanuddin bukan kakak saya, itu dosa'. Tapi memang saya profesional murni," ujar Burhanuddin di kantornya, Jakarta Selatan, pada Ahad, 27 Oktober 2019.

    Burhanuddin bahkan secara tegas mengatakan ia tak akan pandang bulu dalam menangani sebuah perkara. Meskipun jika orang yang tengah berperkara itu adalah kakak atau adiknya. "Dan bagi saya, adik atau kakak saya, kalau korupsi, saya gebukin," ucap Burhanuddin.

    ST Burhanuddin merupakan pensiunan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara di lingkungan Kejaksaan Agung sejak 2014. Ia memulai kariernya sebagai staf Kejaksaan Tinggi Jambi sejak tahun 1989.

    Lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro ini kemudian mengikuti pendidikan pembentukan jaksa dan beberapa kali menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri sejumlah daerah, mulai dari Bangko Jambi hingga Cilacap.

    Lalu, pada 2007, Burhanuddin menjabat Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Kejaksaan Agung dan berlanjut sebagai Kejaksaan Tinggi Kejati Maluku Utara pada tahun 2008 hingga tahun 2009.

    ST Burhanuddin juga pernah mencicipi jabatan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.