Terjerat Dugaan Prostitusi Online, Putri Amelia Minta Maaf

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi prostitusi online (pixabay.com)

    Ilustrasi prostitusi online (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Terduga pelaku prostitusi online Putri Amelia Zahraman meminta maaf kepada keluarga, sahabat, kerabat dan teman-temannya karena berita penangkapan dia oleh polisi telah tersiar ke mana-mana. Putri juga mengklarifikasi kabar yang berkembang bahwa dia mantan finalis Putri Indonesia. Menurutnya informasi itu keliru.

    “Saya tidak pernah mengikuti ajang Putri Indonesia, saya tidak pernah mengikuti bahkan bagian dari Putri Indonesia. Dan beberapa tahun ini saya bukan pelaku pageant,” tutur Putri di Polda Jawa Timur, Ahad dini hari, 27 Oktober 2019.

    Menurut Putri, ia bekerja sewajarnya di beberapa perusahaan, punya project, berbisnis bersama teman-temannya, serta freelance. Karena itu ia meminta maaf kepada beberapa pihak yang turut tercoreng namanya.

    Putri juga meminta maaf pada rekan-rekan bisnis yang tak bisa menghubungi nomor telepon dia dalam beberapa hari ini karena masih diperiksa polisi. “Apa pun yang terjadi ini merupakan pelajaran yang sangat besar buat saya,” katanya.

    Saat ditanya apakah pernah mengikuti ajang Putri Pariwisata, ia tak menjawab gamblang karena polisi mengakhiri tanya jawab dengan awak media. Namun Putri membenarkan. “Putri Pariwisata Indonesia, itu saya bukan pemenang. Cuma finalis, terimakasih,” katanya.

    Pada Jumat malam, aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur menangkap Putri di sebuah hotel kawasan Kota Batu. Dalam penggerebekan itu juga diamankan pria berinisial AF, warga Bekasi, Jawa Barat, sebagai pemakai jasa prostitusi, serta seorang mucikari berinisial J.

    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Komisaris Besar Gideon Arif mengatakan polisi telah mengetes urin J. Hasilnya positif reaktif menggunakan tetra karabinol atau THC yang merupakan ekstrak dari ganja. Namun dalam perkara ini polisi menjerat J dengan Pasal 296 KUHP dan 506 karena menerima dan mengambil keuntungan dari kegiatan prostitusi. “Nanti lebih jauh kita lakukan penyidikan,” kata Gideon.

    Gideon mengatakan kemungkinan masih ada tersangka lain. Sebab, tim Polda Jawa Timur juga menggerebek sebuah tempat di Jakarta, namun ada seseorang yang diduga jaringan J keburu lari. Gideon berujar dalam perkara ini polisi hanya menindaklanjuti informasi.

    Semua yang terkait, kata Gideon, akan diusut termasuk seseorang berinisal YW yang ikut ditangkap di Batu. “Seperti profilnya PA (Putri Amelia), kita kan nggak ngerti siapa yang mau kita lakukan penangkapan. Karena informasi awal,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.