Jokowi Ungkap Ada 300 Nama Calon Menteri yang Disodorkan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi melantik menteri-menteri anggota kabinet periode kedua pemerintahannya. Ia merangkul sebagian besar partai dan hanya menyisakan Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, serta Partai Amanat Nasional di luar pemerintahan. Kekuatan koalisi pemerintah menguasai tiga perempat jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat.

    Presiden Jokowi melantik menteri-menteri anggota kabinet periode kedua pemerintahannya. Ia merangkul sebagian besar partai dan hanya menyisakan Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, serta Partai Amanat Nasional di luar pemerintahan. Kekuatan koalisi pemerintah menguasai tiga perempat jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkap, sebelum Kabinet Indonesia Maju dibentuk, ada 300 nama yang disodorkan untuk jadi calon menteri.

    Jokowi mengatakan menentukan nama-nama menteri merupakan pekerjaan berat. Sebab, ia harus memeras jumlah yang disorongkan tadi menjadi 34 orang saja sesuai pos kementerian.

    Jokowi berujar saat menentukan siapa saja calon menteri, dia dan Ma'ruf harus mempertimbangkan keterwakilan sejumlah aspek seperti latar belakang agama, suku, asal daerah, partai politik, dan lainnya.

    "Oleh karena itu saya sadar mungkin yang senang dan gembira hanya 34 yang dilantik, yang kecewa berarti lebih dari 266. Artinya yang kecewa lebih banyak dari yang senang," kata Jokowi saat membuka Musyawarah Besar X Ormas Pemuda Pancasila di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 26 Oktober 2019.

    Jokowi telah menentukan 34 calon partai politik dengan latar belakang politik dan profesional. Selain itu dia juga telah memilih 12 wakil menteri.

    Dari jatah Kabinet Indonesia Maju itu, partai koalisi pendukung Jokowi tak semua mendapat kursi di kabinet. Partai Hanura, PKPI, dan PBB, tak mendapat jatah.

    Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah mengaku belum mengetahui nasib partainya di kabinet Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Inas pun menyebut Jokowi sejauh ini hanya terlihat memperhatikan partai-partai koalisinya yang lolos ke parlemen saja.

    "Jokowi hanya menghitung kawan berdasarkan kalkulator semata, yakni hanya memandang jumlah suara partai saja," kata Inas ketika dihubungi, Jumat, 25 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.