Politikus Dinilai Perlu Belajar Cara Berpolitik Ala Tjokroaminoto

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengamati koleksi yang terdapat di Museum HOS Tjokroaminoto di Jalan Peneleh VII No 29, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 28 Januari 2019. Museum ini berisi foto dan narasi yang menjelaskan sejarah HOS Tjokroaminoto, termasuk beberapa barang dan profil para penghuninya.  ANTARA

    Pengunjung mengamati koleksi yang terdapat di Museum HOS Tjokroaminoto di Jalan Peneleh VII No 29, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 28 Januari 2019. Museum ini berisi foto dan narasi yang menjelaskan sejarah HOS Tjokroaminoto, termasuk beberapa barang dan profil para penghuninya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM) Abdul Wahid menilai di tengah maraknya politik transaksional saat ini, tata cara politik secara bermartabat yang dikenalkan pendiri sekaligus ketua pertama organisasi Sarekat Islam, Hadji Oemar Said atau H.O.S Tjokroaminoto masih relevan digaungkan.

    Sang empu pergerakan itu, ujar Wahid, melalui pemikiran dan kiprahnya telah melahirkan diktum politik yang dianggap layak dibumikan lagi agar para politikus saat ini sadar perannya.

    Tjokroaminoto melalui Trologi Siasat Politik-nya mengenalkan pernyataan berbunyi 'setinggi-tinggi ilmu, semurni- murni tauhid, sepintar-pintar siasat'.

    "Pemikiran Tjokroaminoto itu merupakan panduan berpolitik modern yang cerdik, efisien dan bermartabat," ujar Abdul Wahid saat diskusi publik bertajuk Membedah Pemikiran HOS Tjokroaminoto : Islam, Politik dan Negara yang digelar Tempo bekerjasama dengan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta di kampus itu, Sabtu, 26 Oktober 2019.

    Wahid menuturkan lewat trilogi itu, Tjokroaminoto mengajak para politikus di masa itu berpolitik berbasis keilmuan dan ilmiah. Juga menemukan cara berpolitik yang bermartabat, baik dari pengekspresiannya, serta efektif dalam penemuan metode penyelesaiannya.

    Tjokroaminoto lewat triloginya itu, ujar Wahid, mengajak politikus bersikap idealis, berpikir strategis, namun tak meninggalkan nilai-nilai kebajikan sesuai ajaran agama yang dianutnya. "Dan para pendiri bangsa itu juga menuliskan pemikiran pemikirannya, sehingga ada yang diwariskan kepada generasi sekarang," ujar Wahid.

    Wahid mengatakan apa yang pernah disampaikan Tjokroaminoto masih relevan dalam situasi apapun kapanpun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.