Jawab Andi Arief, Masinton: Megawati Tidak Mewariskan Dendam

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Aktivis 98 Masinton Pasaribu saat mengikuti diskusi kebangsaan dan buka puasa bersama mantan aktivis 98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, 29 Mei 2018. Acara ini diadakan juga untuk memperingati perjuangan mereka 20 tahun lalu dalam membawa Indonesia ke era demokrasi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Aktivis 98 Masinton Pasaribu saat mengikuti diskusi kebangsaan dan buka puasa bersama mantan aktivis 98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, 29 Mei 2018. Acara ini diadakan juga untuk memperingati perjuangan mereka 20 tahun lalu dalam membawa Indonesia ke era demokrasi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Masinton Pasaribu membantah tudingan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief seputar kegagalan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk Kabinet Jokowi.

    "Bu Mega itu tidak pernah mewariskan dendam," kata Masinton kepada Tempo, Sabtu, 26 Oktober 2019. "Tidak jelas sumber informasi itu dari mana."

    Andi sebelumnya menyebut, AHY tak direstui oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sehingga batal jadi menteri. Megawati dinilai menyimpan dendam kepada ayah AHY, yakni Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Andi pun menyatakan mendengar informasi bahwa Presiden Jokowi sebenarnya sudah meminang putra sulung SBY itu menjadi menteri.

    Menanggapi Andi Arief, Masinton menerangkan bahwa Megawati selalu menginginkan dan menyerukan pentingnya kebersamaan dalam membangun bangsa. Megawati juga mempraktikkan hal itu dalam hidupnya.

    Dia lantas mengungkit momen saat keluarga SBY berduka atas meninggalnya Ani Yudhoyono. Megawati datang ke pemakaman untuk berbela sungkawa.

    Tak lama setelahnya, tepatnya di momen Idul Fitri, AHY dan adiknya, Edhie Baskoro Yudhoyono beserta para istri mereka juga berkunjung ke rumah Megawati di Teuku Umar.

    "Diterima beliau (Megawati) dan ngobrol enak. Tidak tahu apa yang terlintas oleh sahabat dan abangda saya, Andi Arief, tudingan itu tidak benar."

    Hubungan Megawati dan SBY merenggang sejak Pemilihan Presiden 2004. Kala itu, SBY yang menjabat Menkopolkam mengalahkan Mega sebagai inkumben Presiden RI. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.