Pemilihan Rektor ITB, MWA Ingin Bertemu Nadiem Makarim

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadiem Anwar Makarim ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Presiden Joko Widodo. Nadiem yang merupakan founder dan mantan CEO Gojek mengungkapkan pentingnya pendidikan untuk membangun SDM unggul.

    Nadiem Anwar Makarim ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Presiden Joko Widodo. Nadiem yang merupakan founder dan mantan CEO Gojek mengungkapkan pentingnya pendidikan untuk membangun SDM unggul.

    TEMPO.CO, Bandung - Ketua Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung (ITB) Yani Panigoro ingin menemui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. “Untuk menjelaskan Pemilihan Rektor ITB,” kata Yani kepada Tempo di Aula Timur ITB Kamis, 24 Oktober 2019.

    Nadiem, pendiri sekaligus CEO Go-Jek itu anggota MWA ITB. “Pasti kenal dekat dengan Nadiem,” ujar Yani.

    Anggota MWA ITB berjumlah 15 orang, terdiri dari menteri, gubernur Provinsi Jawa Barat, ketua dan perwakilan dari Senat Akademik, rektor, wakil dari masyarakat umum, alumni, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

    Senat Akademik ITB kini tengah menyaring para bakal calon rektor ITB. Dari 34 pendaftar saat ini ada 10 nama bakal calon rektor. Dari 10 akan disaring menjadi enam, lalu tiga nama untuk dipilih MWA dan ditetapkan sebagai rektor ITB periode 2020-2025. Pemilihan akan digelar pada 8 November 2019.

    Yani memuji Nadiem yang dinilainya punya latar belakang reputasi yang luar biasa. Nadiem dengan Go-Jek-nya tidak hanya sekedar bisnis tapi bisa menyejahterakan masyarakat Indonesia. “Itu luar biasa dengan ide Go-Jek.”

    Sebagai menteri baru, kata Yani, Nadiem Makarim pasti akan mencari terobosan-terobosan di dunia pendidikan. Manfaatnya tidak bakal terasa secara instan namun dalam 10-20 tahun ke depan. “Punya harapan besar kepada menteri baru ini.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.