Potret Keakraban Surya Paloh dan Prabowo di Istana Negara

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan usai melakukan pertemuan di kediaman Surya Paloh di Kawasan Permata Hijau, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019. Dalam keterangannya, Surya mengatakan tidak mempermasalahkan jika Gerindra bergabung ke koalisi Jokowi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan usai melakukan pertemuan di kediaman Surya Paloh di Kawasan Permata Hijau, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019. Dalam keterangannya, Surya mengatakan tidak mempermasalahkan jika Gerindra bergabung ke koalisi Jokowi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto turut hadir dalam acara pelantikan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju. Berdiri bersebelahan, keduanya terlihat mengobrol sebelum acara dimulai.

    "Banyak (yang dibicarakan). Pak Prabowo, kan, teman lama, berteman sudah sekian puluh tahun," kata Surya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019.

    Menurut Surya, Prabowo yang menjadi menteri menandakan Partai Gerindra resmi bergabung dengan koalisi pemerintah. Sebabnya komunikasi di antara keduanya bisa lebih cair.

    "Ini suasana kebatinan, keakraban jauh lebih dekat. Maka komunikasi itu bisa lebih cair, kami bisa bicara apa saja," ujar dia.

    Berbeda dengan Surya, Prabowo memilih irit bicara saat ditanya hal yang sama. "Mau tau saja," kata dia sambil masuk ke mobilnya.

    Surya Paloh dan Prabowo pernah sama-sama menjadi kader Partai Golkar. Namun keduanya memutuskan keluar dan memilih mendirikan partai masing-masing. Prabowo membangun Gerindra sementara Surya mendirikan NasDem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.