Mantan Timses Jokowi Wakil Menteri Pertahanan, Prabowo: Bagus

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Bendahara Umum TKN, Wahyu Sakti Trenggono (kiri), di Kompleks Istana Kepresidenan, jelang pelantikan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju, Jakarta, 25 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Mantan Bendahara Umum TKN, Wahyu Sakti Trenggono (kiri), di Kompleks Istana Kepresidenan, jelang pelantikan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju, Jakarta, 25 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto senang Wahyu Sakti Trenggono ditunjuk Presiden Jokowi sebagai wakil menterinya. "Bagus, bagus, senang," kata Prabowo singkat sambil mengacungkan jempolnya seusai menghadiri pelantikan para wakil menteri Kabinet Indonesia Maju di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019.

    Prabowo mengatakan sudah bicara dengan Trenggono untuk kerja sama mereka di Kementerian Pertahanan. Akan halnya Trenggono menuturkan belum pernah memiliki pengalaman bekerja sama dengan Prabowo. Namun ia yakin bisa cocok dengan ketua umum Partai Gerindra itu di tugas barunya ini. "Saya kira bisa, lah. Chemistry-nya bisa cocok."

    Penunjukan Trenggono sebagai wakil menteri pertahanan menarik perhatian. Dia mantan bendahara umum Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin. Sedangkan Prabowo rival Jokowi pada pemilihan presiden 2019.

    Nama Wahyu Trenggono moncer sebagai pengusaha di bidang telekomunikasi. Dia dijuluki Raja Menara. Ia pernah bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai bendahara, pada saat Hatta Rajasa menakhodai partai biru berlambang matahari itu, yakni sekitar Januari 2010. Namanya pun mulai dikaitkan dengan Hatta, yang waktu itu juga menjabat Menteri Koordinator Perekonomian.

    Trenggono mulai tak aktif di PAN pada 2013. Namun, dia kemudian bergabung menjadi tim sukses pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla di pemilihan presiden 2014.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.