Tak Ada Upacara Sambutan untuk Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sakti Wahyu Trenggono, Presiden Direktur Indonesian Tower. Tempo/Jati Mahatmaji

    Sakti Wahyu Trenggono, Presiden Direktur Indonesian Tower. Tempo/Jati Mahatmaji

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan tak akan menyelenggarakan upacara penyambutan bagi terpilihnya Sakti Wahyu Trenggono sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Ini merupakan pertama kalinya Kementerian Pertahanan memiliki jabatan Wakil Menteri.

    "Tidak ada seremonial, paling-paling hanya pengenalan pejabat eselon satu," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksamana Madya Agus Setiadji, saat dihubungi Tempo, Jumat, 25 Oktober 2019.

    Hari ini, Presiden Joko Widodo baru saja melantik 12 wamen pada 11 kementerian untuk periode pemerintahan 2019-2024. Salah satunya adalah Wakil Menteri Pertahanan yang akan dijabat oleh Wahyu Trenggono. Nantinya Wahyu akan mendampingi Prabowo Subianto selaku Menhan.

    Agus mengatakan belum dapat memastikan kapan waktu pengenalan eselon satu. Meski begitu, saat ini Kemenhan sedang menyiapkan ruangan bagi pejabat baru itu. "Ini sedang menyiapkan ruangan-ruangan wamen," kata Agus.

    Sakti Wahyu Trenggono adalah mantan bendahara umum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf pada Pilpres 2019 lalu. Wahyu juga merupakan pebisnis yang fokus pada bidang telekomunikasi.

    Wahyu dalam keterangannya menyebut diminta membantu Jokowi untuk mengembangkan industri pertahanan Indonesia. Jokowi dalam sambutannya di Ulang Tahun TNI ke-74, memang meminta agar industri pertahanan bisa lebih stabil dan berkembang. Perusahaan lokal seperti Pindad ia harapkan dapat bersaing dan memiliki pasar di Indonesia sendiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.