Komnas Sambut Upaya Jaksa Agung Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Amiruddin Al Rahab berbicara kepada awak media terkait kasus pembunuhan pekerja proyek di Nduga, Papua, di kantornya, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018. Tempo/Syafiul Hadi

    Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Amiruddin Al Rahab berbicara kepada awak media terkait kasus pembunuhan pekerja proyek di Nduga, Papua, di kantornya, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Amiruddin Al Rahab mengapresiasi niat Jaksa Agung ST Burhanuddin yang memasukkan penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat dalam program kerja 100 hari pertamanya.

    "Bagus jika Jaksa Agung memiliki pemikiran ingin memprioritaskan hal itu. Saya harap itu benar-benar direalisasikan nanti," kata Amiruddin dalam pesan teks, Jumat, 25 Oktober 2019.

    Senada dengan Amiruddin, mantan Ketua Komnas HAM Nur Kholis, turut mengapresiasi niat ST Burhanuddin tersebut. Hanya saja, ia berpesan kepada ST Burhanuddin untuk belajar dari proses-proses terdahulu dan kompleksitas masalah.

    "Bagus semangatnya. Tapi tetap perlu realistis agar janji bisa terlaksana," ucap Amiruddin.

    Sebelumnya, ST Burhanuddin mengatakan akan membuat skala prioritas dalam 100 hari kerja pertamanya. Ia juga menyebut akan 'ngebut' bekerja.

    "100 harian yang penting perintahnya kerja, cepat," ujar ST Burhanuddin di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 25 Oktober 2019.

    Ini kali pertama ST Burhanuddin memulai doorstop rutin mingguan setelah resmi menjabat sebagai Jaksa Agung periode 2019-2024 pada 23 Oktober 2019.

    Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinan Prasetyo meninggalkan banyak pekerjaan rumah atau PR. Salah satunya adalah penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat.

    ST Burhanuddin pun mengatakan untuk penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masuk dalam skala prioritasnya.

    "Untuk kasus HAM ini kan masih kalau belum memenuhi syarat materil formil ya tentu kami clear berkas, apabila syarat formil materil tidak terpenuhinya nuwun sewu (mohon maaf) kami kembalikan," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.