Ada 1.297 Titik Panas di Sumsel, Pemda Siapkan Rumah Oksigen

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satgas Karhutla dari TNI, Polri bersama relawan pemadam kebakaran berupaya memadamkan kebakaran lahan yang menjalar ke tumpukkan ban bekas di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa 22 Oktober 2019. Kencangnya angin serta sulitnya sumber air di lokasi lahan terbakar membuat api cepat meluas hingga menjalar ke tumpukkan ban bekas yang mengakibatkan asap hitam pekat membumbung tinggi dan menyulitkan petugas untuk memadamkan kebakaran tersebut. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    Satgas Karhutla dari TNI, Polri bersama relawan pemadam kebakaran berupaya memadamkan kebakaran lahan yang menjalar ke tumpukkan ban bekas di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa 22 Oktober 2019. Kencangnya angin serta sulitnya sumber air di lokasi lahan terbakar membuat api cepat meluas hingga menjalar ke tumpukkan ban bekas yang mengakibatkan asap hitam pekat membumbung tinggi dan menyulitkan petugas untuk memadamkan kebakaran tersebut. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan mencatat ada 1.297 titik panas atau hotspot di wilayah mereka.

    Jumlah itu sebagian besar berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 864 titik, 122 di Musi Banyuasin, 81 Banyuasin, kemudian 44 titik di Ogan Komering Ulu Timur OKUT dan Muara Enim. Selanjutnya dari kabupaten Musi Rawas menyumbang 39 dan di Ogan Ilir 31 titik. Sedangkan daerah lainnya hanya terdeteksi kurang dari 20 titik panas.

    Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesti Nuraini, mengatakan telah menyiapkan rumah singgah bagi korban gangguan pernapasan di bandar udara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Selain tabung Oksigen, Dinas Kesehatan juga menyiapkan makanan tambahan untuk ibu hamil dan menyusui.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Musi Banyuasin Azmi Dariusmansyah mengatakan mereka juga sudah menyiapkan rumah oksigen di dua tempat berbeda di desa Muara Medak, Bayung Lencir.

    Untuk saat ini, kata dia, Rumah Oksigen terdapat di dusun 5 dan dusun 8. Kedua dusun tersebut dipilih dikarenakan hingga saat ini masih banyak petugas dan warga yang terkena dampak langsung dari bencana Karhutla. "Di Muara Medak petugasnya ada lebih dari 100 dan masyarakat yang terkena dampak juga banyak," katanya, Jumat, 25 Oktober 2019.

    Rumah oksigen ini, kata dia, dapat digunakan warga sekitar dan petugas gabungan yang melaksanakan pemadaman Karhutla. Di mana rumah oksigen ini bertujuan untuk mengembalikan kandungan oksigen dalam darah.

    Untuk saat ini, kata Azmi, di rumah oksigen terdapat lima tabung besar oksigen yang disediakan atau disuplai oleh Rumah Sakit Bayung Lencir. "Petugas atau warga yang datang kami terapi sekitar 5 sampai 10 menit dengan oksigen murni. Untuk petugas dapat dilakukan terapi setiap selesai melaksanakan tugas," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.