Mantan Bendahara Timses Jokowi Jadi Wamen Prabowo di Menhan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Bendahara Umum TKN, Wahyu Sakti Trenggono (kiri), di Kompleks Istana Kepresidenan, jelang pelantikan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju, Jakarta, 25 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Mantan Bendahara Umum TKN, Wahyu Sakti Trenggono (kiri), di Kompleks Istana Kepresidenan, jelang pelantikan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju, Jakarta, 25 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuk mantan bendahara umum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf, Wahyu Sakti Trenggono, sebagai Wakil Menteri atau Wamen Pertahanan. Ia akan mendampingi Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.

    "Diberi tugas membantu Kemenhan dalam rangka sektor industri pertahanan. Iya, (ditunjuk) wakil menteri pertahanan," ujarnya.

    Kubu Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin pernah melaporkan perolehan sumbangan dana kampanye mereka ke Komisi Pemilihan Umum para Rabu, 2 Januari 2019. Tercatat mereka mengantongi sekitar Rp 55,9 miliar.

    Berdasarkan catatan resmi dari tim pemenangan, sumbangan terbesar datang dari dua klub olahraga yang bernama TBIG dan TRG. Dalam Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) TKN Jokowi - Ma'ruf, terhitung sejak 23 September 2018 sampai dengan 1 Januari 2019 sumbangan dari keduanya sebesar Rp 37,9 miliar.

    TBIG dan TRG merupakan singkatan dari nama dua perusahaan, yakni PT Tower Bersama Infrastructure Group Tbk (TBIG) dan Teknologi Riset Global (TRG) Investama.
     
    "Jadi di perusahaan itu ada persatuan olahraga yang terdiri dari para kontraktor dan investor. Jadi kelompok tersebut valid dan benar adanya," ujar Trenggono kala itu.
     
    Adapun PT TBIG merupakan salah satu dari dua perusahaan menara independen terbesar di Indonesia. Sementara PT TRG Investama juga merupakan perusahaan menara yang memiliki gurita bisnis dalam bidang telekomunikasi, teknologi, properti, media, dan e-commerce. Kedua perusahaan ini milik Trenggono.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.