Kata Menag Fachrul Razi Soal Tak Diundang PWNU ke Hari Santri

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Fachrul Razi Batubara saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri Agama Fachrul Razi Batubara saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi enggan mengomentari ihwal keputusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur yang tak akan mengundang dirinya ke peringatan Hari Santri yang mereka gelar 27 Oktober 2019 nanti. 

    “Ah enggak usah ngomong-ngomong gitu. Itu bahasa-bahasa jebakan kalian,” ujar Fachrul di kantornya, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta, Jumat 25 Oktober 2019.

    Sebelumnya, ketua Panitia Peringatan Hari Santri PWNU Jawa Timur Abdussalam Shohib mengatakan tidak akan mengundang Menteri Agama Fachrul Razi ke puncak peringatan Hari Santri pada 27 Oktober 2019. Menurut dia, panitia belum tahu apakah Fahrul pernah nyantri atau tidak.

    Alasannya, undangan acara itu hanya dikhususkan bagi tokoh yang pernah nyantri dan santri, termasuk Wakil Presiden Ma’ruf Amin. “Kami belum pernah melihat Pak Menteri Agama ini sarungan dan menjadi pengurus NU. Jadi untuk peringatan Hari Santri NU Jawa Timur tahun ini beliau belum dulu kami undang. Mungkin tahun depan kami undang,” ujar Abdussalam.

    Abdussalam mengajak puncak peringatan Hari Santri bertema Santri Culture Night Carnivalakan digelar di PWNU Jawa Timur. Semua kepala daerah, pejabat pemerintahan dan politikus yang pernah menjadi santri diundang. “Semua kami undang,” katanya.

    Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas sebelumnya juga berkomentar soal pengangkatan Fahrul sebagai Menag. Ia mengatakan banyak kiai yang protes dan menyatakan kecewa terhadap dipilihnya Fahrul Razi sebagai Menteri Agama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.