5 Poin Rapat Perdana Jokowi dengan Menteri Kabinet Indonesia Maju

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma'aruf Amin saat memimpin sidang kabinet pertama Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. Jokowi meminta para menteri menciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi. Ia juga meminta para menteri bekerja cepat, bekerja keras dan bekerja produktif. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma'aruf Amin saat memimpin sidang kabinet pertama Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. Jokowi meminta para menteri menciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi. Ia juga meminta para menteri bekerja cepat, bekerja keras dan bekerja produktif. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar sidang paripurna perdana bersama menteri Kabinet Indonesia Maju. Sidang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 23 Oktober 2019 dengan topik arahan Presiden Republik Indonesia dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020.

    Dalam rapat perdana ini, ada beberapa poin penting yang ditekankan oleh Jokowi. Berikut beberapa poin rapat tersebut:

    1. Menteri Gagal Paham

    Pertama, Presiden mengingatkan bahwa tidak ada visi misi menteri. "Yang ada adalah visi misi Presiden dan Wakil Presiden, tolong dicatat, karena dalam lima tahun lalu ada satu dua tiga menteri yang masih belum paham," kata dia.

    2. Menteri Ribut Di Luar

    Jokowi mempersilahkan para menteri ramai dalam rapat saja. "Mau debat di dalam rapat, saya dengarkan, tapi kalau sudah diputuskan, dengan segala risiko harus kita laksanakan," katanya. Menurut dia, kalau ada perubahan perubahan dan kondisi kondisi tertentu, bisa ditarik lagi dalam rapat internal atau ratas.

    3. Menteri Absen Rapat

    Dalam sambutannya, Jokowi juga mengingatkan bahwa koordinasi di antara kementerian adalah hal penting yang harus terus dijaga. Jokowi mengatakan dalam membangun negara, dibutuhkan kerja sama tim.

    Jokowi meminta menteri untuk bersinergi satu sama lain, lewat menteri koordinator. "Enggak mungkin menteri berjalan sendiri-sendiri. Kerja tim yang dikoordinasi para menko. Jangan sampai ada lagi diundang menko, enggak hadir. Ada yang seperti ini, saya juga baru dengar," kata Jokowi.

    4. Regulasi Terlalu Banyak

    Selanjutnya, Presiden meminta para menteri untuk mengumpulkan berbagai peraturan yang masih tumpang tindih dengan peraturan di atasnya. Menurut dia, terlalu banyak regulasi dan peraturan yang tersebar di berbagai level pemerintahan, mulai dari pusat hingga daerah.

    "Tolong ini dilihat di setiap kementerian, yang membuat kita tidak cepat bekerja,” kata Jokowi. Aturan yang terlalu banyak ini, kata Jokowi, juga menghambat pelayanan terhadap masyarakat, menghambat investasi dunia usaha. “Segera kumpulkan dalam waktu sebulan ini,” ujarnya.

    5. Menciptakan Lapangan Kerja

    Terakhir, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta para menteri Kabinet Indonesia Maju bekerja untuk mencapai suatu tujuan besar, yaitu menciptakan lapangan kerja. Jokowi berpandangan, hal tersebut yang diinginkan dan dibutuhkan oleh masyarakat.

    "Goal besar dari setiap pekerjaan kita adalah cipta lapangan kerja. Jadi jangan sampai ada kementerian-kementerian, provinsi, kabupaten/kota, yang tidak mengerti masalah ini," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.