Pelayanan Transjakarta Makin Baik, Warga Bahagia

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Transjakarta, sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan yang beroperasi sejak 2004 di Jakarta.

    Bus Transjakarta, sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan yang beroperasi sejak 2004 di Jakarta.

    INFO NASIONAL — Mimpi warga Jakarta untuk memiliki transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau, mulai terwujud. Arini (45), mengaku masih ingat ketika ia memilih menggunakan Transjakarta untuk menuju kantornya beberapa tahun lalu.

    Ketika itu, Arini hampir selalu berebut bangku dengan penumpang lainnya kala pagi hari menuju kantornya di Kawasan Thamrin dari Halte Transjakarta Blok M.

    Kendati demikian, menurut Arini, kini pelayanan Transjakarta sudah lebih baik saat ini. “Jelas jauh lebih baik, sekarang enggak nunggu sampai lima menit sudah ada busnya, enggak begitu padat lagi antreannya,” kata Arini.

    Hal yang sama juga diutarakan Dwi (35), yang tinggal di Ciledug. Ia mengaku tak keberatan untuk berdiri di Transjakarta saat jam-jam sibuk. Sebab, menurut dia, menempuh perjalanan dengan transjakarta lebih cepat dibandingkan dengan transportasi umum lain yang bisa ia jangkau.

    Dibanding dulu, sekarang enak ya cepat naik Transjakarta, kan jalurnya khusus, lancar banget pulang pergi enggak kena macet,” katanya.

     Ica (20) juga mengalami hal serupa. Menurutnya, Transjakarta saat ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sekarang di setiap halte sudah ada jadwal perkiraan kedatangan bus, dan kedatangan busnya pun tepat waktu sesuai dengan jadwal.

    Jumlah busnya pun sudah cukup banyak, jadi tidak perlu menunggu lama. Bus yang digunakan pun banyak yang baru, jadi terasa jauh lebih nyaman untuk digunakan. Selain itu, para kondektur bus juga sangat ramah dan sangat membantu para penumpang bus Transjakarta. Di dalam bus pun terasa lebih aman karena adanya kondektur bus tersebut serta terdapatnya kamera cctv yang cukup banyak. Tidak hanya di dalam bus, tapi saat menunggu bus di halte pun terasa aman karena terdapat beberapa petugas Transjakarta yang memantau dan membantu para penumpang bus jika ada kesulitan.

    “Selain itu, halte Transjakarta sekarang sudah terintegrasi dengan stasiun MRT seperti Halte Bundaran HI dan beberapa halte yang lokasinya tidak jauh dari stasiun KRL, jadi sangat memudahkan penggunanya untuk bertransportasi,” ujar Ica.

    Begitulah penuturan dari para pengguna setia Transjakarta. TransJakarta memang dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibu kota yang sangat padat. Dengan jalur lintasan terpanjang di dunia (251,2 kilometer), serta memiliki 260 halte yang tersebar dalam 13 koridor, Transjakarta yang awalnya beroperasi mulai pukul 05.00 WIB – 22.00 WIB, kini beroperasi 24 jam di sebagian koridornya.

    Tak terasa telah 12 tahun lebih warga Jakarta telah menikmati layanan bus rapid transport (BRT) Transjakarta yang dikenal dengan istilah populer busway. Sistem Tranportasi BRT pertama di Asia Tenggara dan Asia Selatan ini mengadopsi sistem transportasi yang sama di Kota Bogota, Kolombia. Jalur lintasan pada saat itu merupakan yang terpanjang di dunia 208 kilometer. 

    Pertama kali resmi beroperasi secara gratis pada 15 Januari 2004 selama dua minggu dengan mengujicoba koridor pertama Blok M - Jakarta Kota. Mulai 1 Februari 2004 diberlakukan tarif Rp 2.000, untuk kemudian kembali disesuaikan menjadi Rp 3.500 pada 2012.

    Dua tahun kemudian (2006) Transjakarta mengoperasikan dua koridor baru, yaitu Pulogadung - Harmoni (Koridor 2) dan Kalideres - PasarBaru (Koridor 3). 

    Tepat 27 Januari 2007 terdapat tambahan operasional empat koridor baru, yaitu Pulogadung - Dukuh Atas (Koridor 4), Ancol - Kampung Melayu (Koridor 5), Dukuh Atas 2 - Ragunan (Koridor 6), Kampung Melayu - Kampung Rambutan (Koridor 7). 

    Beberapa bus Transjakarta Koridor 3 mulai melalui rute yang baru pada 10 Febuari 2008. Kemudian, pada 10 September 2008 telah beroperasi secara resmi Halte Grogol dan Halte Sumber Waras. Pada akhirnya Koridor 8 resmi beroperasi pada 21 Februari 2009 melayani Lebak Bulus - Harmoni.

    Pencapaian penumpang bus Transjakarta antara tahun 2004-2009 telah terangkut 75.158.675 orang, dengan jumlah rata-rata per bulan 6-7 juga pelanggan. Pada 2010 dibuka koridor baru, yaitu rute Pluit - Pinang Ranti (Koridor 9) dan rute PGC - Cililitan (Koridor 10). Lalu pada 28 Desember 2011, dioperasikan Koridor 11, yang melayani Kampung Melayu - Pulogebang. Pertengahan Juni 2012 telah dimulai sosialisasi perubahan logo TransJakarta berwarna merah. 

    Pemberlakuan tiket elektronik (e-ticketing) Transjakarta dengan menggandeng lima bank, efektif diresmikan pada 22 Januari 2013. Mulai 14 Februari 2013 telah resmi Koridor 12 beroperasi melayani rute Pluit - TanjungPriok. Pada 27 Maret 2014, dilakukan perubahan TransJakarta menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Logo baru TransJakarta berwarna biru diresmikan 10 November 2014.

    Dalam operasional setiap koridor pihak Transjakarta bekerja sama dengan operator bus yang berbeda. Adapun operator bus tersebut adalah Perum Damri (Koridor 1, 8, 9,11), PT Bianglala Metropolitan (Koridor 9, 10, 12), PT Jakarta Trans Metropolitan (Koridor 4, 6), PT Eka Sari Lorena (Koridor 5, 7), PT Jakarta Mega Trans (Koridor 5, 7), PT Primajasa Perdayana Utama (Koridor 8), PT Trans Batavia (Koridor 2, 3). 

    Saat ini operator armada koridor adalah Perum Damri-DMR (Koridor 1, 8, 11), PT Eka Sari Lorena-LRN (Koridor 5, 11), PT Bianglala Metropolitan-BMP (Amari, Koridor 8, 9), PT Trans Mayapada Busway-TMB (Koridor 9, 10), Kopaja-KPJ (Feeder, Koridor 4, 6a, 7a, 7b, 12), Mayasari Bhakti-MB (Koridor 2, 2b, 3, 5, 7a, 7b, 9, 10), Perum PPD (Amari, Rute Penyangga, Rute Langsung, Feeder KRL, Koridor 2, 2b, 3, 4, 6, 12), PT Transjakarta-TJ/TJSB ( Seluruh Koridor, Rute Langsung, Feeder Rusunawa, Feeder KRL, Layanan Bus Gratis, Bus Wisata, Rute Special, Rute Penyangga).

    Sejak awal 2016, telah dibuka rute-rute baru TransJakarta (TransJabodetabek) menuju Daerah Penyangga Jakarta seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi. Layanan terbaru TransJakarta dalam mengantispasi penghapusan 3 in 1 Sudirman - Thamrin, dengan pengoperasian trayek Bunderan Senayan - Harmoni yang dapat dinikmati secara gratis. 

    Pada 16 Agustus 2017, Koridor 13 diresmikan. Koridor 13 Transjakarta adalah rute Transjakarta yang melayani dari CBD - Ciledug sampai dengan Kapten Tendean. Jalan yang dilalui oleh Koridor 13 adalah Jalan HOS Tjokroaminoto, Jalan Ciledug Raya, Jalan Kebayoran Lama, Jalan Kyai Maja, Jalan Sisingamaraja, Jalan Trunojoyo, Jalan Wolter Monginsidi, dan Jalan Kapten Tendean.

    Pada hari pertama pengoperasiannya, PT Transportasi Jakarta menggratiskan layanan Koridor 13 selama satu hari dari pukul 09.00 WIB hingga 19.00 WIB dengan rute Ciledug - Tendean, Ciledug - Blok M, Ciledug - UKI, Ciledug - Tosari, dan Ciledug.

    Beberapa koridor Transjakarta memiliki jalur sendiri. Sehingga, dengan adanya jalur khusus tersebut, Transjakarta berpotensi steril dari kemacetan. Meskipun, di beberapa koridor dengan ukuran bus yang lebih kecil (medium bus), Transjakarta dapat beroperasi tanpa harus dalam jalur khusus.

    Transjakarta juga memiliki fasilitas lebih dibandingkan dengan angkutan umum, seperti fasilitas air conditioner (AC), pengamanan di pintu, serta kursi yang nyaman untuk penyandang disabilitas.

    Transjakarta juga menyediakan bus tingkat wisata sesuai rute tema yang diminati. Saat ini ada bus tingkat jenis BCI warna hijau-ungu (5 unit), MAN R-37 hibah dari Coca-Cola dan Tower Bersama Group, MercedesBenz hibah dari Alfamart dan Tahir Foundation.

    Hingga saat ini telah ada empat stasiun kereta rel listrik (KRL) yang terintegrasi dengan bus transjakarta. Stasiun-stasiun tersebut, yaitu Stasiun Tebet, Cawang, Palmerah, dan Pesing. Dengan adanya integrasi tersebut, penumpang yang baru keluar dari stasiun dapat langsung menggunakan bus Transjakarta.

    Pada Maret 2019, Transjakarta membuka lima rute baru yang terintegrasi stasiun mass rapid transit atau moda raya terpadu (MRT).

    Lima rute baru tersebut adalah jalur BSD - Bundaran Senayan (S12), Bintaro - Blok M (S31), Pondok Cabe - Tanah Abang (S41), Jatijajar - Lebak Bulus (D21), dan Cinere - Kuningan (D31).

    Selain itu, Transjakarta pun membuka layanan integrasi dengan MRT Jakarta melalui program angkutan mikro untuk rute Lebak Bulus - Pondok Labu (JAK3), Petukangan - Lebak Bulus (JAK32), dan Ragunan - Lebak Bulus (JAK45).

    Beragam capaian ini, tak membuat Transjakarta puas. Bahkan, ke depannya, Transjakarta akan menggunakan listrik sebagai bahan energi.

    Hal itu dibuktikan pada medio Juni 2019 lalu, Transjakarta juga telah melakukan pra-uji coba tiga bus listrik di Jakarta. Penggunaan kendaraan dinilai akan memiliki dampak positif terhadap lingkungan.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan Pemprov DKI Jakarta tengah mengupayakan pengembangan kendaraan listrik. Untuk itu, Transjakarta sedang melakukan pra uji coba tiga unit bus berbahan dasar listrik.

    "Untuk itu kami sedang uji coba, ada tiga unit diuji coba oleh Transjakarta. Ada tipe besar, medium, dan sedang," ujar Syafrin. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.