Pekan Ini Jokowi Akan ke Papua, Lihat Kondisi Pascakerusuhan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) menyalami anggota TNI di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin 14 Oktober 2019. TNI dan Polri bersinergi untuk meningkatkan pengamanan di Wamena. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) menyalami anggota TNI di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin 14 Oktober 2019. TNI dan Polri bersinergi untuk meningkatkan pengamanan di Wamena. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widdo atau Jokowi berencana mengunjungi wilayah Papua pada pekan ini. "Pasti melihat kegiatan-kegiatan yang sedang dilaksanakan setelah kerusuhan, ada di Jayapura, Wamena," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, Jokowi akan melihat kondisi pascakerusuhan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.

    Basuki mengaku belum menerima jadwal dan rute kunjungan Jokowi yang pertama itu setelah dilantik. Sejumlah direktur jenderal di kementerian yang dipimpin Basuki telah berangkat ke sana mendahului.

    Sebelumnya, kata Basuki, ada informasi bahwa Jokowi kemungkinan akan menyambangi Sorong atau Jayapura terlebih dulu. "Semula mau dari Jayapura dulu atau Sorong dulu. Sorong kemudian keliling lalu ke Manokwari, lalu Jayapura. Lalu diteruskan ke Ambon dan ke Palu," katanya.

    Menurut Basuki, kunjungan Jokowi ke wilayah Indonesia Timur itu kemungkinan akan berlangsung hingga Selasa pekan depan. Selain melihat kondisi pascakerusuhan, Jokowi juga dijadwalkan melihat perkembangan pembangunan Jembatan Holtekamp.

    Jembatan Holtekamp atau Jembatan Merah merupakan kerja sama antara pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Pemprov Papua, serta Pemerintah Kota Jayapura. Total biaya pembangunan jembatan ini sebesar Rp 1,3 triliun. Pembangunan jembatan dikerjakan konsorsium kontraktor konstruksi PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya, dan PT Nindya Karya.


     

     

    Lihat Juga