Bukan Martabak, Gibran Bawa Gudeg Kendhil untuk Megawati

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka saat tiba untuk menemui Ketua Umum PDI Perjuangan di kediaman Megawati Soekarno Putri, Jl Teuku Umar, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Putra Sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka saat tiba untuk menemui Ketua Umum PDI Perjuangan di kediaman Megawati Soekarno Putri, Jl Teuku Umar, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Putra sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka menyambangi kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar, Menteng, Jakarta pada hari ini, Kamis, 24 Oktober 2019.

    Kehadiran Putra Sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini dalam rangka sowan untuk maju di Pemilihan Wali Kota atau Pilwakot Solo via PDIP.

    Gibran tiba sekitar pukul 11.55 dengan mobil Toyota Innova berwarna hitam. Gibran membawa setumpuk berkas dengan cover depan samar-samar terlihat bertuliskan "Pemilihan Wali Kota Solo".

    Sementara para ajudan Gibran tampak membawa tiga kardus makanan masuk ke kediaman Megawati. Salah satunya dengan kotak bertuliskan 'Gudeg Kendhil'. Diketahui, Gibran merupakan pemilik gerai Markobar, namun dia tidak membawa makanan tersebut ke rumah Megawati. Ia juga dikenal sebagai pengusaha jasa boga Chilli Pari Catering.

    Pertemuan antara Gibran dan Megawati berlangsung sekitar satu jam itu, Gibran mengatakan bahwa dirinya hanya menyampaikan keseriusan untuk maju di Pilwakot Solo via PDIP. "Di Solo kan saya sudah mengambil KTA PDIP, ya sudah sewajarnya saya sowan ke Ibu Mega. Saya sampaikan keseriusan saya untuk maju dan berjuang melalui PDIP," ujar Gibran.

    Saat ditanya apakah Megawati merestui, Gibran hanya tersenyum lalu buru-buru memasuki mobilnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.