Yasonna Laoly Beberkan Pesan dari Jokowi Soal Imigrasi dan Lapas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yasonna Laoly tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Yasonna Laoly tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mendapatkan pesan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk terus memperbaiki pelayanan keimigrasian dan juga lembaga pemasyarakatan (lapas).

    "Pesan Bapak Presiden juga yang kemarin saya menghadap termasuk di dalamnya untuk terus perbaiki pelayanan keimigrasian baik di dalam pelayanan paspor. Pelayanan paspor sudah lebih baik tetapi harus terus ditingkatkan," ucap Yasonna saat sambutannya pada acara serah terima jabatan di gedung Kemenkumham, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Presiden Jokowi, lanjut dia, juga meminta agar pelayanan visa dan pelayanan keimigrasian di bandara juga terus ditingkatkan.

    "Kemudian pelayanan di keimigrasian baik di kantor-kantor imigrasi, pelayanan visa termasuk pelayanan-pelayanan keimigrasian di bandara-bandara. Itu pesan Bapak Presiden kepada saya," ucap Yasonna.

    Selain itu, kata dia, Presiden Jokowi juga memberi perhatian khusus soal perbaikan di lembaga pemasyarakatan.

    "Berikutnya, lembaga pemasyarakatan mendapat perhatian dari Bapak Presiden, maka Ditjen Pemasyarakatan sebagai bagian terbesar dari kementerian ini harus segera berbenah diri," kata dia.

    Yasonna menyinggung soal over capacity di lapas yang kontribusi terbesarnya berasal dari narapidana kasus narkotika.

    "Saya berharap over capacity, saya sampaikan memang ini kontribusi terbesarnya ada di narkoba," ujar Yasonna.

    Atas hal tersebut, ia juga mengharapkan agar penyelesaian revisi Undang-Undang Narkotika penting dilakukan.

    "Maka, penyelesaian revisi Undang-Undang Narkotika menjadi sangat penting kami lakukan karena persoalan di sana cukup besar. Pembenahan, penekanan pada rehabilitasi kemudian peredaran-peredaran narkoba yang masih ditemukan, ini harus menjadi catatan prioritas kami," ujar Yasonna.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.